Berita Balikpapan Terkini

Gandeng UPTD TPAS Manggar, PLN Kelola Sampah Jadi Bahan Bakar Jumputan Padat

Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), khususnya Unit Pelaksana Teknis Daerah Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (UPTD TPAS) Man

TRIBUNKALTIM.CO/NIKEN DWI SITONINGRUM
Otniel Marrung memaparkan inovasi PT PLN (Persero) menciptakan BBJP berbahan dasar sampah kepada Walikota Balikpapan Rahmad Masud dan Kepala DLH Balikpapan. TRIBUNKALTIM.CO/NIKEN DWI SITONINGRUM 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), khususnya Unit Pelaksana Teknis Daerah Tempat Pemrosesan Akhir Sampah atau UPTD TPAS Manggar berkolaborasi dengan PT PLN (Persero) dalam mengembangkan inovasi Energi Baru Terbarukan (EBT).

PT PLN mengusulkan inovasi dalam pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar jumputan padat (BBJP) yang sudah diuji dan kemudian diresmikan hari ini.

“Kita melakukan launching bahan bakar jumputan padat (BBJP) di TPAS Manggar ini. Program ini sudah kita usung sejak awal 2022 kemarin,” beber Otniel Marrung selaku Manager PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengendalian Pembangkitan (UPDK) Balikpapan.

Hal ini juga sebagai bentuk dukungan PT PLN dalam mengurangi sampah yang masuk ke zona landfill di TPAS Manggar yang semakin hari semakin bertambah.

Produk yang dihasilkan dari pengolahan sampah menjadi BBJP di TPAS Manggar ini juga akan menjadi tambahan/substitusi bahan bakar batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), khususnya PLTU Teluk Balikpapan.

Baca juga: Dukung Pembangunan di IKN Nusantara, PT PLN Bangun Dua Gardu Induk Mobile di Sekitar Titik Nol

“Nantinya, penggunaan batu bara kami akan berkurang karena disupport dari BBJP ini, masih berkaitan juga dengan komitmen kita net zero emission pada 2060,” tuturnya.

Program kerja sama ini sepenuhnya menggunakan anggaran CSR (Corporate Social Responsibility) PT PLN yang nantinya akan dikelola secara mandiri oleh pengurus UPTD TPAS Manggar.

Otniel menjelaskan, secara teknis, bahan dasar produksi BBJP berbentuk pelet dihasilkan dengan mencampur 5-10 persen sampah anorganik dan sisanya menggunakan sampah organik.

Selain pelet, produk BBJP yang dikembangkan juga ada yang berbentuk woodchip dengan bahan dasar sampah kayu.

“Kami juga sudah uji bakar 14,5 ton BBJP ke boiler kita di PLTU Teluk Balikpapan,” tukasnya.

Baca juga: Gerak Cepat PLN Normalkan Kelistrikan Kaltim

Nantinya, kalau memang ada yang ingin mengembangkan inovasi ini, semisal investor atau Pemkot Balikpapan sendiri, PT PLN dengan sangat terbuka mempersilahkan.

“Tapi, tentunya dengan kapasitas yang lebih besar. Nanti produknya dengan senang hati kami yang beli,” ucapnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.  

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved