Wawancara Eksklusif

EKSKLUSIF Tak Hadiri Pelantikan Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Masud Tepis ada Gap dengan Isran Noor

Sempat terlontar istilah DPRD Mercure dari Isran Noor saat dimintai tanggapan soal pelantikan Hasanuddin Masud sebagai Ketua DPRD Kaltim.

Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Adhinata Kusuma
TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE TRIBUN KALTIM OFFICIAL
Hasanuddin Masud dalam talkshow Tribun Kaltim Series dengan tema "Hasanuddin Menyalin Sejarah", di Youtube Tribun Kaltim Official, 27 September 2022 lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO - Pelantikan Hasanuddin Masud sebagai Ketua DPRD Kaltim di Ruang Sidang Ballroom Hotel Mercure, Samarinda, pada Senin (12/9/2022) tidak dihadiri Gubernur Kaltim, Isran Noor dan Wakil Gubernur, Hadi Mulyadi.

Bahkan sempat terlontar istilah ‘DPRD Mercure’ dari Isran Noor saat dimintai tanggapan soal pelantikan Hasanuddin Masud sebagai Ketua DPRD Kaltim di Hotel Mercure itu.

Ketidakhadiran Gubernur kemudian menjadi isu hangat, dan dinilai masih mendukung Makmur HAPK sebagai pimpinan Karang Paci.

Terkait ini, Hasanuddin Masud mengaku, sedari awal rencana pergantian Ketua DPRD Kaltim, Dewan sudah berkomunikasi dengan Pemprov.

“Itu sekwan dan wakil ketua itu sudah ke sana (Pemprov), tapi saya secara pribadi ya enggak lah. Kan saya ibarat pengantinnya masa saya yang ke sana, panitianya sudah, pak Sekwan itu bolak balik, dia perwakilan Legislatif dan Eksekutif,” kata Hasanuddin Masud dalam talkshow Tribun Kaltim Series dengan tema "Hasanuddin Menyalin Sejarah", di Youtube Tribun Kaltim Official, 27 September 2022 lalu.

Baca juga: EKSKLUSIF - Polemik Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Masud: SK Menteri tak Keluar jika Melanggar Aturan

Baca juga: EKSKLUSIF - Polemik Pelantikan Ketua DPRD Kaltim, Makmur HAPK tak Berpaling, ‘Saya Masih Kuning’

Lalu bakal seperti apa hubungan DPRD Kaltim dengan Pemprov Kaltim ke depan, berikut petikan wawancara ekslusif Tribun Kaltim dengan Hasanuudin Masud.

Sejumlah fraksi tidak hadir pada saat acara pelantikan Bapak sebagai ketua DPRD Kaltim kemarin. Bagaimana Bapak melihat hal tersebut?

Jadi ini, karena sifatnya mendadak ya, dan hanya peresmian saja bukan pengambilan Jadi peresmian pengangkatan ketua dewan yang baru dan pemberhentian dewan yang ketua yang lama.

Jadi tidak terus kuorum 50 + 1 ya cukup satu ketua juga cukup, cuma karena sifatnya ini ya seremonial pengangkatan karena pemberhentian sudah diumumkan di 2021 tahun 1 tahun yang lalu tinggal menunggu SK. Dan SK-nya baru terbit sekarang, ya gitu kira-kira.

Artinya tidak mempengaruhi keputusan politik dari partai-partai lain?

Tidak mempengaruhi, tapi semuanya datang. Alhamdulillah semua datang, dari 55, kalau nggak salah yang hadir itu 29.

Artinya tidak mengganggu kondisivitas dan kekompakan di legislatif?

Alhamdulillah semua baik-baik saja. Pak Makmur juga baik sama kita beliau legowo semuanya diserahkan

. Tapi saya nggak tahu kalau di media ada bahasa (lain), tapi secara internal kami bagus aja. Beliau masih bagian daripada Golkar hingga saat ini, posisi Beliau juga sudah ada di fraksi Golkar hingga saat ini.

Berarti fraksi-fraksi di dewan sendiri tidak ada unsur penolakan ?

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved