Berita Nasional Terkini
Diduga Gagal Ginjal Akut Usai Konsumsi Obat Sirup, Balita di Tarakan Dirujuk ke RS Makassar
Seorang balita perempuan asal Tarakan yang masih berusia 2 tahun, diduga mengalami Gangguan atau Gagal Ginjal Akut Atipikal (GGA)
TRIBUNKALTIM.CO- Seorang balita perempuan asal Tarakan yang masih berusia 2 tahun, diduga mengalami Gangguan atau Gagal Ginjal Akut Atipikal (GGA)
Evayanti, sepupu dari ibu pasien diduga kasus GGA, yang juga tante dari balita tersebut membenarkan kondisi sang keponakan awalnya memang sedang sakit.
Sehingga oleh orangtuanya membawa anak tersebut ke puskesmas.
“Setahu saya, anaknya sakit itu jadi dibawa ke puskesmas, anaknya setiap makan, muntah juga. Panas juga badannya, jadi dibawa ke puskesmas.
Dari puskesmas dikasih obat tiga macam, paracetamol sirup, domperidon sama amropsol. Karena anaknya ada juga batuk kan,” urai Eva, sapaan akrabnya.
Baca juga: LENGKAP! DAFTAR Obat Berbahaya untuk Anak yang Tercemar Etilen Glikol dan SE Kemenkes Obat Sirup PDF
Baca juga: Meski Laku di Pasaran, Apotek Kimia Farma di Berau Sudah Tak Pajang Obat Sirup di Rak
Baca juga: Penjualan Obat Sirup Stop Sementara, Apotek di Kukar Galau Belum Semua Tarik Produk
Kemudian, semenjak mengonsmusi domperiodon, muntah sang anak berhenti. Kemudian Minggu (16/10/2022), sang anak tidak pernah BAK.
“Tapi tidak disadari orangtuanya. Nanti yang disadari itu hari Senin. Kemudian dibawa anaknya ke rumah sakit hari Rabu kemarin.
Sudah tiga hari, Minggu, Senin Selasa, Rabu itu tidak bisa buang air kecil, sama hari Kamis ini, sudah lima hari,” beber Eva.
Sepengetahuan Eva, sepupunya tersebut jika anaknya sakit langsung dibawa ke puskesmas.
Awal mula sakit yang dialami sang keponakan lanjutnya, karena tidak mau makan.
“Dan dia tidak sadari anaknya tidak buang air kecil dari hari Minggu, hari Senin baru sadar dan dikira biasa saja.
Rabu baru dia bawa, minum masih tetapi setahu saya tidak bisa BAK,” bebernya.
Ia melanjutkan, selama ini orangtua keponakannya tersebut jarang diberikan bebas jajan apalagi masih usia 2 tahun.
“Orangtuanya curhat tidak pernah biarkan anaknya sakit. Memang betul, setahu saya seperti itu. Apalagi kasih jajan berlebih, kalau kasih rasa sedikit saja,” ungkapnya.
Sepengetahuannya, sang ponakan masih di kisaran usia dua memasuki tiga tahun. Pasien beralamat di Kelurahan Karang Rejo.