Berita DPRD Bontang

Antrean Panjang Saat Kuota BBM Subsidi Melimpah, DPRD Bontang Minta Tingkatkan Pengawasan

Antrean BBM yang mengular di sejumlah SPBU sepekan terakhir ini kembali mendapat banyak sorotan dari anggota DPRD Bontang

Penulis: Ismail Usman | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HO
Anggota Komisi II DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang.TRIBUNKALTIM.CO/HO/Humas Dewan.TRIBUNKALTIM.CO/HO 

TRIBUNKALTIM.CO,BONTANG- Antrean BBM yang mengular di sejumlah SPBU sepekan terakhir ini kembali mendapat banyak sorotan dari anggota DPRD Bontang.

Pasalnya, antrean panjang semestinya tak terjadi ditengah kondisi kuota BBM di Bontang yang melimpah.

Jika kondisi ini terus terjadi, maka besar dugaan distribusi BBM subsidi di SPBU di Bontang tidak tepat sasaran.

"Kenapa antrean ini panjang. Padahal stok melimpah, harus di awasi ini," ungkap anggota Komisi II DPRD Bontang, Baktiar Wakkang, Rabu (9/11/2022).

Pengawasan mesti ditingkatkan dan harus ambil tindakan tegas jika mendapati oknum pengetap BBM.

Baca juga: Wacana Perluasan Areal Parkir Rumah Sakit Tipe D Didukung Ketua DPRD Bontang

Baca juga: DPRD Bontang Mediasi Perselisihan Kontrak Kerja Sama Antara PT WIKA dengan Sub Kontraktor

Hal itu sebagai upaya pencegahan agar distribusi BBM di Bontang tepat sasaran.

Kondisi antrean panjang ini sangat berimbah terhadap aktivitas masyarakat. Tidak hanya bagi pelaku usaha di sekitaran SPBU lantaran tokonya tehalang truk-truk antrean BBM.

Termasuk masyarakat umum lainya juga berimbas lantaran untuk mendapat BBM perlu waktu lama. Karena antrean terlalu panjang.

"Harus tegas. Kasian juga kalau antre panjang pasti menghambat aktifitas apalagi kalau pagi hari banyak mereka yang bekerja dan dikejar waktu," sambungnya. 

Sebelumnya, Analis Kebijakan Ekonomi Sekretariat Daerah Kota Bontang Muhammad Taufik menjelaskan ada penambahan kuota BBM subsidi dari Pertamina.

Untuk Pertalite ada tambahan sebanyak 5.104 kiloliter. Sedangkan untuk BBM solar sebanyak 1.324 kiloliter. 

Artinya pasokan BBM pertalite di tahun 2022 ini mencapai 26.158 kiloliter. Sementara untuk solar 17.257 kiloliter. 

Baca juga: DPRD Bontang Tagih Wacana Pemkot Revisi Perda Miras, Diduga Untungkan Oknum Tertentu

"Jika ditambah pasokan BBM Pertalite mencapai 31 ribu kiloliter. Sementara solar ada 18 ribu kiloliter," ucap Muhammad Taufik belum lama ini.

Taufik mengatakan, untuk pengawasan sepenuhnya telah diserahkan ke petugas SPBU.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved