Viral Pengakuan Ismail Bolong

Gubernur Isran Noor Santai Tanggapi Kasus Ismail Bolong yang Viral: Kaltim jadi Terkenal

Gubernur Kaltim Isran Noor menanggapi santai dan mengaku telah mendengar dan mengetahui pemberitaan soal Ismail Bolong.

Editor: Doan Pardede
ISTIMEWA
Gubernur Kaltim Isran Noor saat menyampaikan sambutan usai dikukuhkan menjadi Ketua Umum APPSI di Balikpapan, Rabu (26/10/2022). Isran Noor menanggapi santai dan mengaku telah mendengar dan mengetahui pemberitaan soal Ismail Bolong. 

TRIBUNKALTIM.CO -  Gubernur Kalimantan Timur ( Kaltim) Isran Noor menanggapi santai dan mengaku telah mendengar dan mengetahui pemberitaan soal Ismail Bolong.

Ismail Bolong adalah seorang eks polisi yang mengaku setor miliaran rupiah ke petinggi Polri berdasarkan keuntungan tambang ilegal di daerahnya.

Dampak dari pemberitaan Ismail Bolong, katanya, daerahnya kini menjadi sorotan, terutama soal dugaan adanya aktivitas tambang ilegal.

“Baru-baru ini Kaltim jadi terkenal. Gara-gara pernyataan si Ismail Bolong,” ujarnya saat menghadiri kegiatan Ekspose dan Press Conference Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Berbasis Lahan di Hotel Grand Senyiur Balikpapan pada Selasa (8/11/2022), dilansir dari Kompas TV.

Baca juga: Imbas Kasus Ismail Bolong, Viral Isu TNI Intervensi Tambang Ilegal, Respon Panglima

Namun, Isran sendiri masih enggan komentar lebih jauh terkait pernyataan Ismail Bolong yang viral di media sosial tersebut.

Isran lantas menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian dalam menangani kasus tersebut.

“Jangan tanya-tanya yang viral di media sosial (Ismail Bolong) ya,” ujarnya.

Sebelumnya seperti diberitakan, publik tengah dihebohkan dengan pernyataan Ismail Bolong yang mengaku menyetor Rp6 miliar ke Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto terkait tambang ilegal.

Dalam video yang kini viral, Ismail Bolong mengaku sebagai pengepul batu bara yang telah melakukan kegiatan penambangan batubara ilegal di Kalimantan Timur selama setahun lebih, tepatnya pada Juli 2020 hingga November 2021.

Ismail Bolong mengaku mendapatkan keuntungan yang cukup besar dari hasil pengepulan dan penjualan batubara itu, yakni sekitar Rp5 miliar hingga Rp10 miliar per bulannya.

Usai video itu viral, Ismail muncul mengklarifikasi pernyataan soal setoran tambang ilegal itu.

Dia mengaku membuat video itu pada Februari 2022 ditekan oleh Brigjen Hendra Kurniawan yang saat itu menjabat sebagai Karopaminal Divpropam Polri.

Kabid Humas Polda Kalimantan Timur Kombes Yusuf Sutejo mengatakan bahwa Ismail Bolong merupakan mantan anggota polisi yang bertugas di wilayah hukum Polda Kalimantan Timur (Kaltim).

Namun, dia tidak yakin apakah Ismail Bolong sudah mengundurkan diri secara resmi atau belum.

Baca juga: Siapa Tan Paulin yang Disebut Ismail Bolong? Julukan Ratu Batu Bara Sempat Muncul di Raker DPR

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved