Viral Pengakuan Ismail Bolong

Masa Kerja Masih 12 Tahun, Tapi Ismail Bolong Pilih Pensiun Dini dari Polri

Masa kerja masih 12 tahun, tapi Ismail Bolong pilih pensiun dini dari Polri

Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Sandrio

TRIBUNKALTIM.CO - Nama Ismail Bolong mendadak jadi buah bibir setelah mengaku menyetor upeti ke Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto.

Di video viral pertama, Ismail Bolong mengaku sebagai pelaku tambang ilegal di Kaltim.

Di video kedua, Ismail Bolong yang baru mengundurkan diri dari anggota Polri di Polresta Samarinda, membuat klarifikasi.

Menurut penuturan Ismail Bolong video pertama dirinya dibuat atas tekanan dari Hendra Kurniawan, mantan Karo Paminal Propam Polri.

Usai membuat video pertama itu, Ismail Bolong memilih pensiun diri dari anggota Polri.

"Dengan adanya kejadian intimidasi dari pak Hendra, akhirnya saya memutuskan pensiun dini pada bulan April dan disetujui pada Bulan Juni," bebernya.

Hanya 27 tahun menjadi polisi, pada tahun 2022, Ismail Bolong memilih mengundurkan diri dari Korps Bhayangkara atau pensiun dini padahal usia pensiunnya 12 tahun lagi.

Baca juga: Hasil UN Sekolah Ismail Bolong di MAN 1 Watampone, Rendah di 2 Mata Pelajaran Ini

Baca juga: Bermula Kasus Ismail Bolong, Akhirnya Panglima TNI Turunkan Tim Usut Tambang Ilegal

Dilansir dari Tribunnews.com, Ismail Bolong yang mengaku menyetor Rp 6 miliar ke Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto, ternyata mantan personel Sat Intelkam Polresta Samarinda.

Namun, Ismail Bolong yang diduga sebagai pemain tambang ilegal ini akhirnya memutuskan pensiun dini, dengan pangkat terakhir Aiptu.

Ismail Bolong pun blak-blakan mengungkapkan alasannya mengundurkan diri dari Polri di Polresta Samarinda.

Sebelumnya, Ismail Bolong (46) menyampaikan permohonan maaf kepada Bareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto, pasca beredarnya video pengakuan bahwa ia menyetor hasil tambang.

Permohonan maaf itu diperoleh TribunNetwork dalam wawancara ekslusif, Sabtu (5/11/2022) malam.

"Nama saya Ismail Bolong, saya saat ini sudah pensiun dini dari anggota Polri aktif mulai bulan Juli 2022," kata Ismail.

"Perkenankan saya mohon maaf kepada pak Kabareskrim atas berita viral saat ini yang beredar. Saya klarifikasi bahwa berita itu tidak benar," sambungnya.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved