Minggu, 12 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Pohon Sungkai Setinggi 30 M Tumbang, Timpa 2 Rumah Warga di Jalan Sultan Alimudin Samarinda

Hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang mengguyur Kota Samarinda menyebabkan beberapa kawasan kembali tergenang banjir, Rabu (16/11/2022).

Penulis: Rita Lavenia |
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
Proses penanganan pohon sungkai yang mendadak tumbang dan menimpa rumah warga di Jalan Sultan Alimudin Samarinda, Rabu (16/11/2022). TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang mengguyur Kota Samarinda menyebabkan beberapa kawasan kembali tergenang banjir, Rabu (16/11/2022).

Selain itu, cuaca ekstrem membuat sejumlah pohon juga tumbang menutup jalan hingga mengenai rumah warga.

Salah satunya pohon tumbang yang mengenai rumah warga di Jalan Sultan Alimudin, Gang Bambu Indah RT 18, Kelurahan Selili, Kecamatan Samarinda Ilir pagi tadi.

Rina (38), pemilik rumah, menjelaskan kejadian terjadi pada pukul 07.00 WITA saat dirinya tengah beristirahat di ruang depan rumahnya.

Tiba-tiba saja telinganya menangkap suara patahan secara berkala dari arah belakang rumah.

Baca juga: Tak Ada Hujan Angin, Sebuah Pohon Tumbang di Jalan Wahid Hasyim I Samarinda, Picu Kemacetan

"Saya tidak curiga apa-apa. Tahu-tahu brakk, suara nyaring dari atas. Kayu plafon saya sampai patah," jelasnya kepada Tribunkaltim.co.

Dia segera mendatangi sumber suara dan melihat sebatang pohon besar sudah menimpa atap bagian ruang tamu mereka.

"Jadi langsung lari keluar karena takutnya makin roboh," jelas ibu dua anak tersebut.

Kemudian, sekitar pukul 11.00 WITA personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Samarinda akhirnya tiba di lokasi untuk melakukan penanganan.

Baca juga: Soal Pohon Tumbang yang Tewaskan Pekerja Bangunan, PDAM Samarinda Langsung Datangi Rumah Korban

Kepala BPBD Samarinda Suwarso melalui Koordinator Tim Reaksi Cepat Nanang menjelaskan, yang tumbang merupakan Pohon Sungkai dengan tinggi kurang lebih 30 meter.

Dia mengatakan, pohon tersebut seharusnya masih kokoh berdiri. Hanya saja dipengaruhi tanah yang terus tergerus ditambah adanya beban tumbuhan benalu, akhirnya batang pohon tidak kuat lagi menahan dan roboh.

"Karena tidak ada angin kencang. Tahu-tahu roboh. Jadi keberatan beban dari benalunya," jelasnya.

Dalam penanganan tersebut, BPBD menurunkan 2 alat senso atau pemotong kayu dibantu perkakas milik relawan dan warga setempat.

"Tidak ada kendala dalam penanganan. Hanya saja medannya cukupnya licin jadi harus ekstra berhati-hati," tuturnya.

Baca juga: Longsor di Samarinda dan Pohon Tumbang, BPBD Tuding karena Hujan dan Angin

Dengan peristiwa ini, Sri Rahayu selaku ketua RT 18 menjelaskan, ada dua rumah dengan 2 Kepala Keluarga dan 8 jiwa yang terdampak.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved