IKN Nusantara

Rocky Gerung Bandingkan Minat Investasi IKN Nusantara Versi Pemerintah dan Bloomberg

Rocky Gerung bandingkan minat investasi IKN Nusantara versi Pemerintah dan Bloomberg

Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Sandrio

TRIBUNKALTIM.CO - Pemerintah terus membangun infrastruktur dasar Ibu Kota Nusantara atau IKN Nusantara, Kalimantan Timur.

Bahkan, Pemerintah menambah luasan kavling di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan atau KIPP guna menampung tingginya minat investor.

Pemerintah juga rajin bertemu perwakilan berbagai negara yang disebut-sebut tertarik berinvestasi di IKN Nusantara.

Sebut saja Korea Selatan, Jepang, Malaysia, hingga terbaru, 21 negara Eropa.

Namun, Pengamat politik Rocky Gerung memiliki pandangan berbeda.

Rocky Gerung mengatakan bahwa hal ini pertanda orang disuruh memilih untuk percaya pada keterangan Presiden Jokowi, atau pada investor asing yang biasanya disuarakan oleh Bloomberg.

"Jadi kalau Jokowi bilang investor akan masuk ke Indonesia, lalu Bloomberg bilang gak, IKN itu sudah hancur berantakan," kata Rocky Gerung dalam Forum News Network, Selasa (6/12/2022).

Baca juga: Pembangunan 36 Unit Rumah Jabatan Menteri di IKN Nusantara Dimulai, Kelar 2024

Baca juga: Dilepas BUMN Jadi Badan Usaha Resmi Otorita IKN Nusantara, Cek Tugas PT Bina Karya

Menurut Rocky Gerung, investor beranggapan bahwa Bloomberg yang benar karena suara Bloomberg merupakan suara investor yang menganggap Presiden Jokowi berbohong.

Rocky Gerung mengatakan bahwa hal ini berbahaya sebab Presiden Jokowi hanya mendengarkan para pembisiknya.

"Pak Jokowi langganan Bloomberg saja, jadi tahu bagaimana keadaan dunia, investor asing itu apa," komentar Rocky Gerung.

Disebutkan oleh Rocky Gerung bahwa semua orang menganggap dunia tidak ada yang ingin investasi ditempat yang memiliki potensial krisis politik tinggi.

"Mending dia simpan duitnya, daripada investasi di Indonesia yang secara ekologis dan politik berbahaya," kata Rocky Gerung.

Untuk diketahui, Rocky Gerung mengatakan bahwa Sri Mulyani adalah langganan dari Bloomberg.

"Dia gak tahu mau jelasin apa pada Presiden, kan kalau orang terjemahkan itu dikasih ke media Presiden, lalu Presiden memanggil Sri Mulyani atau Menko Perekonomian," saran Rocky Gerung.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved