Berita Kutim Terkini

BPKAD Kutim Lelang Kendaraan dan Peralatan Kantor, Berikut Persyaratannya

Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) akan melaksanakan lelang Barang Milik Daerah (BMD)

Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/SYIFA'UL MIRFAQO
Sejumlah kendaraan milik pemerintah daerah di kawasan kantor bupati Kutim. TRIBUNKALTIM.CO/SYIFA'UL MIRFAQO 

TRIBUNKALTIM.CO,SANGATTA - Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) akan melaksanakan lelang Barang Milik Daerah (BMD).

Terdapat kendaraan roda dua, roda empat, dan barang inventaris kantor dalam kondisi rusak berat dilelang dengan cara penawaran terbuka.

BMD ini bakal dilelang pada Selasa, 14 Februari 2023 mendatang di Kantor BPKAD Kutim, Jalan Pertanian, Kawasan Bukit Pelangi, Sangatta, Kutim.

Melalui pengumuman lelang yang ditandatangani Kepala Bidang Aset Daerah BPKAD Kutim, Rahmad Nur menyebut, bahwa syarat dan ketentuan lelang dilaksanakan dengan penawaran atau open bidding.

"Calon peserta lelang mendaftarkan diri dan mengaktifkan akun pada www.lelang.go.id dengan merekam dan menunggah soft copy KTP, NPWP, dan nomor rekening atas nama sendiri," ujarnya seperti dikutip dari pengumuman lelang.

Baca juga: Kementrian PUPR Lelang 30 Proyek Infrastruktrur Senilai Rp 23 T di IKN Nusantara

Baca juga: Pegawai Pemkab Kutim yang Keluyuran di Jam Kerja Bakal Kena Sanksi

Selanjutnya, uang jaminan disetorkan ke rekening virtual account dengan jumlah setoran harus sama dengan yang dipersyaratkan.

Uang jaminan tersebut harus sudah efektif diterima Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bontang selambat-lambatnya satu hari sebelum lelang.

"Objek lelang dapat dilihat sejak pengumuman lelang ini terbit pada hari kerja mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WITA di Kawasan Perkantoran Bukit Pelangi," ujarnya.

Kendati demikian apabila akan melihat objek lelang di luar jam kerja, dapat membuat janji temu terlebih dahulu.

Pemenang lelang harus melunasi harga pembelian dan bea lelang sebesar dua persen paling lambat lima hari kerja setelah pelaksanaan lelang melalui masing-masing virtual account.

Apabila pemenang lelang tidak melunasi kewajibannya, maka dinyatakan wanprestasi (lalai dalam memenuhi perjanjian) dan uang jaminan disetorkan ke kas negara sebagai pendapatan jasa lainnya.

"Peserta lelang yang telah menyetor uang jaminan dianggap sudah tahu kondisi objek lelang yang akan ditawar atau dibeli," ujarnya.

Perlu digarisbawahi bahwa barang yang dilelang dalam kondisi apa adanya dan segala bentuk kerusakan, kekurangan dan resiko lainnya baik secara formal maupun material menjadi tanggung jawab pemenang sepenuhnya.

Bagi pemenang lelang diharapkan segera mengambil objek lelang paling lama tigahari kerja setelah pelunasan lelang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved