Berita Kutim Terkini

Kantor BPKAD Kutim Didatangi Tim Kejaksaan Tinggi Kaltim

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mendatangi Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kutim

Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/SYIFA'UL MIRFAQO
Kantor BPKAD Kutim di Kawasan Bukit Pelangi, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutim. TRIBUNKALTIM.CO/SYIFA'UL MIRFAQO 

TRIBUNKALTIM.CO,SANGATTA- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mendatangi Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Tim Kejati Kaltim tersebut mengenakan rompi bertuliskan Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi, masuk ke kantor BPKAD Kutim pada Kamis (26/1/2022) pagi sekira pukul 09.00 Wita.

Rombongan yang dipimpin oleh Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kajati ini berjumlah tujuh orang dan didampingi oleh pejabat Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutai Timur.

Hingga sore, proses penggeledahan dan pencarian sejumlah dokumen masih terus dilakukan oleh pihak kejaksaan.

Baca juga: Petugas Lapas Tenggarong Deklarasi Janji Kinerja Wilayah Bebas dari Korupsi

Baca juga: Nama Mantan Camat dan Lurah Bontang Lestari Turut Terseret Kasus Korupsi Lahan Bandara

Kepala Kejari Kutim, Henriyadi W Putro belum dapat memberikan penjelasan terkait persoalan apa yang tengah ditelusuri tim Kejati Kaltim.

"Saya belum bisa sampaikan banyak, karena ini masih berproses oleh tim Kejati," ujarnya saat ditemui oleh awak media.

Kajari menyebut, ini merupakan wewenang dari Kejati Kaltim, sementara pihaknya hanya mendampingi tim.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, pihak kejaksaan memeriksa dokumen di Ruang Kepala Badan dan kesekretariatan.

Kendati demikian, Henriyadi tidak menampik adanya temuan sejumlah uang di kantor BPKAD Kutim.

Namun apakah berkaitan dengan pemeriksaan atau tidak, Kajari belum mengetahuinya.

Baca juga: Dokumen yang Disita KPK dalam Kasus Korupsi Abdul Gafur Masud Cs Dikembalikan

"Menyiapkan saja alat penghitung uang, untuk menyiapkan jika diperlukan," ujarnya.

Kajari memastikan kedatangan Tim Kejati Kaltim merupakan hasil laporan dari masyarakat, dan bukan terkait dengan operasi tangkap tangan. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved