Ekonomi dan Bisnis
Pemilu 2024 Dinilai jadi Vitamin Baru Bagi Pemulihan Ekonomi Indonesia
Pemilu 2024 bakal memberi dorongan bagi lajunya roda ekonomi. Pandangan ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Sebentar lagi Indonesia akan melangsungkan pemilihan legislatif dan eksekutif, pemilihan presiden dan wakil presiden.
Itu pesta demokrasi akan berjalan pada tahun 2024. Momen ini digadang-gadang akan memberikan angin segar bagi dunia ekonomi.
Pemilu 2024 bakal memberi dorongan bagi lajunya roda ekonomi. Pandangan ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.
Dalam kesempatannya, Menteri Airlangga Hartarto, memberikan pandangannya terkait kondisi ekonomi Indonesia di 2023.
Baca juga: Pemilu 2024 di IKN Nusantara Masih Wewenang KPU Kaltim, TPS Khusus Perusahaan Harus Mengajukan
Diketahui, tahun ini disebut-sebut sebagai tahun politik dan tentu seluruh partai akan bekerja keras dan maksimal untuk lolos ambang batas Parlemen Pemilu 2024 dan juga bisa menghantar calon presiden yang didukungnya untuk memenangi kontestasi Pilpres 2024.
Menurut Airlangga, kondisi ekonomi Indonesia tidak akan bermasalah. Lantaran kondisi politik di dalam negeri dinilai masih cenderung stabil dan tetap terjaga.
Hal ini tercermin dari kondisi tahun politik di periode-periode sebelumnya yang juga berjalan dengan aman.
Pertama, pemilu itu proses 5 tahunan yang bukan baru pertama kita hadapi. Ini sudah pascareformasi mungkin sudah hampir 5 kali.
"Dan selama pemilu ini selalu berjalan dengan baik," ucap Airlangga dalam konferensi pers secara virtual, (6/2/2023).
Baca juga: Pekerja di IKN Nusantara Akan Disiapkan TPS Khusus di Pemilu 2024
"Justru certainty (kepastian) prosesnya berjalan baik secara demokratis dan tidak pernah ada hal yang luar biasa dalam pemilu di indonesia pasca reformasi," sambungnya.
Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga mengungkapkan bahwa tahun politik digadang-gadang mampu mendongkrak pemulihan ekonomi nasional.
Hal ini didorong oleh tingginya belanja politik, dengan demikian bakal mendorong daya beli masyarakat.
"Jadi dengan adanya kepastian, tahun politik ini jadi vitamin baru untuk pemulihan ekonomi di tahun 2023, dan kita lepas dari ketergantungan berbagai tekanan," papar Airlangga.
"Tentu belanja politik itu akan mendorong daya beli masyarakat. Justru engine-nya (mesin) akan bergerak di kuartal IV," lanjutnya.
Baca juga: Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Indonesia ke Depan, Airlangga: Restrukturisasi Kredit UMKM
Bahkan, untuk tahun ini, Airlangga memperkirakan pertumbuhan ekonomi masih akan tumbuh di atas 5 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ekonomi-naik-dan-turun.jpg)