Rabu, 15 April 2026

Bayi Kembar Tiga

Bayi Kembar Tiga Lahir Selamat di RSUD Panglima Sebaya Paser

Selama proses persalinan berlangsung, diakui tidak didapati adanya kendala yang mempersulit oleh tim dokter lantaran tim dokter RSUD Panglima Sebaya

Editor: Martinus Wikan
HO
Bayi kembar 3 di Paser pasca operasi sesar yang dilakukan oleh Tim Dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panglima Sebaya, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur pada 8 Maret 2023. (HO) 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Setelah dilakukan operasi bedah atau sesar, Bayi kembar 3 di Paser lahir selamat pada 8 Maret 2023, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panglima Sebaya. Bayi kembar tiga atau dalam bahasa medisnya Triplet merupakan buah hati dari pasangan Darmansyah dan Fitriyani yang beralamat di Desa Damit, Kecamatan Pasir Belengkong, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Kamis (16/3).
Operasi cesar tersebut dilakukan oleh tim dokter RSUD Panglima Sebaya diantaranya dr. Yuni Sudhiartien (Spesialis Kebidanan dan Kandungan), dr. Zulkifli, (Spesialis Anestesi), dr.Ahmad Hadiwijaya (Spesialis Anak) beserta tim resusitasi NICU RSUD Panglima Sebaya.
"Operasinya itu berlangsung kurang lebih satu jam, masing-masing bayi lahir dengan berat 1.775 gram untuk bayi pertama pada pukul 09.10 Wita, 1.305 gram bayi kedua pukul 09.11 Wita, 1.535 gram untuk bayi ketiga pada pukul 09.12 Wita," kata Yuni.
Selama proses persalinan berlangsung, diakui tidak didapati adanya kendala yang mempersulit oleh tim dokter lantaran tim dokter RSUD Panglima Sebaya telah mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan sebelumnya. "Ibu dari bayi kembar tiga itu teratur memeriksakan diri, dan bayi telah dilakukan pematangan paru agar bisa lahir bugar dan bernafas dengan baik," ungkapnya.
Sementara itu, dr. Hadi yang menangani bayi saat lahir menyampaikan bahwa kondisi ketiga bayi stabil saat lahir namun harus dilakukan perawatan inkubator yang dilanjutkan perawatan metode kanguru. "Karena berat badan masing-masing bayi kurang dari 2500 gram (BBLR), namun kondisi bayi saat itu sudah stabil dan sudah diperbolehkan pulang 3 hari yang lalu," bebernya.
Meski sudah diperbolehkan pulang oleh dokter, orangtua bayi diharapkan melakukan pemeriksaan terhadap bayinya secara berkala di RSUD Panglima Sebaya. "Kita minta agar dilakukan pemeriksaan berkala, guna pemberian ASI dan mengenali tanda bahaya pada bayi," bebernya.
Kelahiran triplet, kata Hadi merupakan kejadian yang jarang terjadi dan terkadang berakibat pada kelahiran bayi yang tidak stabil. Ia menilai, kelahiran bayi triplet di RSUD Panglima Sebaya menunjukkan layanan rumah sakit semakin baik dan terintegrasi antara beberapa disiplin ilmu kedoktetan terutama untuk kasus yang jarang dan rumit. "RSUD Panglima Sebaya akan terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Paser, seiring dengan peningkatan Kelas B dan akreditasi paripurna," tutup Hadi. (syl)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved