Ibu Kota Negara

Konsep Kota Cerdas IKN Nusantara Disorot, Ekonom: Singapura Ditinggali Bukan Karena Smart City

Konsep Kota Cerdas di IKN Nusantara yang digaungkan Pemerintah jadi sorotan. Pakar Ekonomi menyebut Singapura ditinggali bukan karena Smart City.

Editor: Amalia Husnul A
Dok. Kementerian PUPR
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga mulai membangun Jalan Lingkar Sepaku sebagai akses utama menuju IKN Nusantara. Konsep Kota Cerdas di IKN Nusantara yang digaungkan Pemerintah jadi sorotan. Pakar Ekonomi menyebut Singapura ditinggali bukan karena Smart City. 

Atau mereformasi peraturan tata kota dan zonasi sehingga perumahan dengan kepadatan tinggi dan terjangkau dapat dioptimalkan di sekitar sistem angkutan umum baru Jakarta.

Ini adalah ketegangan yang mendasari semua infrastruktur dan pertumbuhan yang didorong oleh investasi karena bangunan berkontribusi terhadap PDB melalui pembentukan modal tetap.

Tapi, itu tidak bisa dan tidak boleh dipisahkan dari pertanyaan yang lebih luas tentang bagaimana hal-hal yang kita bangun melayani kepentingan masyarakat luas.

Ini juga merupakan teka-teki di jantung proyek IKN Nusantara.

Jika ingin sukses, IKN Nusantara perlu menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar kota pintar berkonsep hijau dan berkonsep tinggi dengan jalan, lanskap, dan infrastruktur yang bagus.

Baca juga: Canggih Banget, Tol di IKN Nusantara Tak Pakai Kartu, Kendaraan Dipantau Satelit

Perlu ada sesuatu – atau banyak hal – di luar struktur fisik yang akan menarik orang masuk dan membuat mereka ingin tinggal di sana.

Ini bisa berupa universitas kelas dunia atau pusat penelitian dan pengembangan mutakhir atau pusat industri hijau.

Secara potensial, bisa jadi banyak hal.

Tetapi kemampuan IKN Nusantara untuk bertahan lebih lama dari Jokowi dan menjadi proyek warisan asli kemungkinan besar akan bergantung pada apakah ada yang bisa menjawab pertanyaan ini dengan baik.

Proyek IKN Baru 23 Persen, Mana yang sudah Beres?

Pembangunan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) per Maret 2023 telah mencapai 23 persen.

"Pembangunan KIPP IKN bahwa secara rata-rata sampai awal Maret 2023 sekitar 23 persen," kata Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN, Danis H Sumadilaga dalam unggahan Instagram resmi Kementerian PUPR @kemenpupr.

Jelas Danis, terdapat dua infrastruktur dasar yang pembangunannya sudah beres sepenuhnya, yaitu tiga ruas jalan logistik dan Embung Mentawir.

Kemudian untuk pembangunan Kantor Presiden, progresnya baru mencapai 5,8 persen pada periode yang sama.

Sementara Istana Presiden progres pembangunannya telah mencapai sekitar 8 persen.

Baca juga: Meski Jadi IKN Nusantara, DPRD PPU Minta Jalan Usaha Tani Sepaku Tetap Diperhatikan

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved