IKN Nusantara
Penyebab Banjir IKN Nusantara Versi FWI, Tak Hanya Curah Hujan Tapi Lingkungan Rusak
Penyebab banjir IKN Nusantara versi FWI, tak hanya curah hujan tapi lingkungan rusak
Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Djohan Nur
TRIBUNKALTIM.CO - Banjir yang melanda Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, pekan lalu menjadi sorotan.
Pasalnya, Kecamatan Sepaku diketahui ditetapkan Pemerintah sebagai lokasi Kawasan Inti Pusat Pemerintahan atau KIPP Ibu Kota Nusantara.
Hal ini membuat kesan IKN Nusantara di Kalimantan Timur tak lepas dari ancaman banjir.
Forest Watch Indonesia atau FWI menilai penyebab banjir diakibatkan bukan hanya karena tingginya curah hujan, kelerengan dan topografi.
Melainkan juga sebagai respon terhadap rusaknya lingkungan akibat praktek para aktor dalam tata kelola sumber daya hutan dan lahan selama ini di IKN khususnya, Kaltim umumnya.
Juru Kampanye FWI, Agung menerangkan bahwa ketidakseimbangan informasi menjadi akar permasalahan dalam pemindahan ibu kota ke Kaltim.
Sehingga menurutnya, publik tidak tahu bahkan tidak bisa melakukan check and balance terhadap proses pembangunan yang berlangsung.
“Kejadian banjir yang terjadi di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, letaknya berada di DAS Riko Manggar. Musibah itu sangat berkaitan erat juga dengan bagaimana pola penguasaan hutan dan lahan di DAS Riko Manggar," papar Agung, Selasa (21/3/2023).
Disamping itu wilayah hulu DAS, menurut Agung, telah dikuasai perusahaan perkebunan kelapa sawit dengan luas 48 ribu hektare atau 44 persen di DAS Riko Manggar.
Penanggulangan dan penanganan banjir yang keliru jika menggunakan pendekatan administratif bukan DAS.
Tingginya perubahan tutupan hutan dan lahan memengaruhi banyaknya air yang seharusnya disimpan menjadi air tanah kemudian dibuang menjadi air limpasan.
Sebelumnya, Sekretaris Otorita IKN Nusantara Achmad Jaka Santos menilai bahwa penyebab banjir tersebut akibat hujan yang terjadi di hulu.
Ditambah dengan kondisi gorong-gorong yang tidak optimal sehingga meningkatnya aliran permukaan, kemudian faktor erosi serta sedimentasi, dan pendangkalan sungai.
"Tapi air sudah surut sejak tanggal 18 Maret pagi,” ungkapnya.
Dia menambahkan, penanganan banjir di Sepaku sudah berhasil dilakukan sebaik-baiknya berkat kerjasama segenap pemangku kepentingan.
Jaka menekankan, pihaknya akan terus berkomitmen dalam memperhatikan risiko dan penanggulangan bencana termasuk banjir di wilayah-wilayah yang terkena, termasuk di Kelurahan Sepaku.
"Semua upaya akan terus dilakukan untuk meminimalisir dampak bencana yang terjadi dan menjaga keselamatan masyarakat," pungkasnya. (*)
banjir
Kecamatan Sepaku
Penajam Paser Utara
IKN
Kalimantan Timur
IKN Nusantara
Ibu Kota Nusantara
IKN Baru Indonesia
IKN Terkini
IKN Terbaru Hari Ini
Basuki Hadimuljono Sebut Air di IKN Bisa Langsung Diminum |
![]() |
---|
Sampah di Kawasan IKN Bakal Diolah di TPST Berkapasitas 70 Ton per Hari, 17 Agustus Sudah Siap |
![]() |
---|
Program Makan Siang Gratis Lebih Penting dari IKN, Keluarga Prabowo: Kalau Belum Mampu, Jangan Dulu |
![]() |
---|
Warga yang Lahannya Terdampak Pembangunan IKN Nusantara Dapat Ganti Untung, AHY: Bukan Ganti Rugi |
![]() |
---|
3.216 PNS Akan Pindah di IKN pada Agustus 2024, Simak Juga Info CASN Penempatan Ibu Kota Baru |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.