Minggu, 12 April 2026

Ramadhan 2023

Puasa dan Kesehatan Tubuh Manusia

Puasa didefinisikan sebagai pantangan sebagian atau total dari semua makanan, atau pantangan tertentu dari makanan yang dilarang

Penulis: Nevrianto | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HO
PUASA dan KESEHATAN -Ketua Majelis Kesehatan Pimpinan Wilayah Aisyiyah Kalimantan Timur,Ns. Tri Wahyuni, M.Kep., Ph.D beberkan pengaruh dan sejumlah hal mengenai Puasa dan Kesehatan Tubuh Manusia.TRIBUNKALTIM.CO/HO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Puasa didefinisikan sebagai pantangan sebagian atau total dari semua makanan, atau pantangan tertentu dari makanan yang dilarang (Trepanowski & Bloomer, 2010).

Hal ini diungkap oleh Ketua Majelis Kesehatan Pimpinan Wilayah Aisyiyah Kalimantan Timur
Ns. Tri Wahyuni, M.Kep., Ph.D, Kamis (23/3/2023)

Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tahun 2016 puasa diartikan dengan meniadakan makan, minum, dan sebagainya dengan sengaja, terutama bertalian dengan keagamaan, dan merupakan salah satu rukun Islam.

Sedangkan menurut syara’, puasa berarti menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkannya, mulai dari terbit fajar sampai hingga terbenam matahari, karena perintah Allah semata, disertai dengan niat dan syarat-syarat tertentu (Rifa’i, 2014).

Baca juga: Warga Prefab Samarinda Harap Ramadhan Berkah Tanpa Takut Ancaman Virus Covid-19

Baca juga: 17 Template CapCut Ramadhan 2023, Pasang Twibbon Video Selamat Berbuka ke Status WA tanpa Watermark

"Secara syariat, puasa disebut juga dengan shaum. Shaum artinya menahan diri dari syahwat perut dan syahwat kemaluan, serta dari segala benda nyata yang memasuki rongga tubuh seperti obat dan sejenisnya dalam rentang waktu tertentu.

Yaitu sejak terbitnya fajar shadiq sampai terbenamnya matahari yang dilakukan oleh orang tertentu yang memenuhi syarat yaitu beragama Islam, berakal, dan tidak sedang haid, dan nifas, disertai dengan niat karena Allah (Rifa’i, 2014),"jelasnya.

Ketua Majelis Kesehatan Pimpinan Wilayah Aisyiyah Kalimantan Timur mengutarakan pada dasarnya, praktik puasa bukan saja dilakukan oleh umat Islam, namun juga oleh pengikut agama lain di dunia.

"Jika Islam mengenal puasa wajib pada saat bulan Ramadhan, dan berbagai jenis puasa sunah seperti puasa Senin-Kamis, puasa Nabi Daud, puasa yaumul Bidh, dan beberapa jenis puasa suanh lain.

Umat Kristen Ortodoks Yunani berpuasa total 180 - 200 hari setiap tahun, dan periode puasa utama mereka adalah Puasa Kelahiran Yesus (40 hari sebelum Natal), Prapaskah (48 hari sebelum Paskah), dan Asumsi (15 hari pada bulan Agustus), karena memiliki manfaat Kesehatan, dan sebagai bentuk kepatuhan kepada Tuhan (Trepanowski & Bloomer, 2010).

Pada pengobatan jaman kuno, sejak jaman Hipocrates, puasa sudah merupakan jenis pengobatan yang dilakukan (Wang & Wu, 2022).

Manfaat puasa bagi kesehataan fisik dan mental telah terbukti berdasarkan pada penelitian-penelitian yang telah dilakukan di dunia, bukan saja negara yang memiliki penduduk beragama Islam, namun juga di negara-negara, dimana umat Islam menjadi minoritas.

Puasa saat ini menjadi salah satu upaya yang dilakukan untuk menjaga berat badan untuk tetap stabil serta menurunkan berbagai penyakit yang berhubungan dengan penyakit metabolic melalui pengaturan jam makan atau puasa yang kita kenal dengan istilah intermitten fasting (IF).

IF dilaksanakan dengan berbagai alasan budaya, spiritualitas dan keyakinan beragama. IF bermanfaat karena terjadinya pembatasan kalori yang masuk dan penurunan berat badan, sehingga menyebabkan perubahan metabolisme tubuh dalam memproduksi energi, optimalisasi jam sirkadian periferal, dan peningkatan keseluruhan penanda fisiologis kesehatan metabolisme (Mandal et al., 2022),"jelasnya..

Ketua Majelis Kesehatan Pimpinan Wilayah Aisyiyah Kalimantan Timur menambahkan penjelasan,
Puasa terbukti sebagai suatu metode penyembuhan penyakit yang diyakini oleh para ahli kesehatan (Mandal et al., 2022).

Dalam berbagai penelitian, dalam puasa yang paling sering dipelajari adalah pembatasan kalori (Calori Restriction/CR), puasa alternatif (Alternate-Day Fasting/ADF), dan pembatasan diet (Diet Restriction/DR) (Trepanowski & Bloomer, 2010).

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved