Berita Kaltim Terkini
Dinkes Kaltim Pastikan Kasus Flu Burung Aman Semasa Lebaran 2023
Flu burung H5N1 atau Clade 2.3.4.4b ramai jadi perbincangan usai ditemukannya kasus baru pada manusia di Kamboja dan China
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA- Flu burung H5N1 atau Clade 2.3.4.4b ramai jadi perbincangan usai ditemukannya kasus baru pada manusia di Kamboja dan China.
Tetapi hal tersebut ternyata tidak terjadi di Kalimantan Selatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, dr. Jaya Mualimin menjelaskan pada bulan Januari lalu Menteri Kesehatan Budi Gunadi juga telah merilis ada temuan unggas meninggal di Kalsel.
Setelah dilakukan cek ternyata ada virus baru terkait avian influenza atau flu burung jenis H5N1 atau Clade 2.3.4.4b.
Pihaknya sendiri juga telah mengantisipasi dengan berkoordinasi ke Kemenkes RI melalui melalui Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Samarinda.
Baca juga: Dinkes Koordinasi Lintas Sektor Antisipasi Flu Burung di Perbatasan Kaltim-Kalsel
Baca juga: Pemda Paser Terus Lakukan Upaya Antisipasi Penyebaran Flu Burung, Hingga Libatkan Kepolisian
"Karena memang tugas KKP menjaga dan melakukan surveilans pada penyakit-penyakit yang disebarkan melalui mobilitas penduduk," tegasnya, Rabu (13/4/2023).
Hasil koordinasi dan rapat bersama lintas sektoral, juga mendapati bahwa di Kalsel tidak ditemukan seperti yang selama ini diperbincangkan.
"Belum ditemukan unggas yang meninggal transmisi ke manusia, kita bersyukur, kalau ada, kita tidak lagi siaga tapi waspada," ungkap dr. Jaya.
"Artinya kalau sudah terpapar ke manusia, bisa menularkan ke manusia lain," imbuhnya.
Antisipasi juga dilakukan pihaknya dengan mempersiapkan seluruh fasilitas owlayanan kesehatan di perbatasan Kaltim-Kalsel khususnya di Kabupaten Paser.
"Iya kita siapkan juga puskesmas disana, RS Batu Engau disana Saya kemarin cek langsung kesana, serta lintas sektoral kita sudah bicara," ujarnya.
Jika memang flu burung memang ditemukan ada di perbatasan Kalsel-Kaltim pihaknya juga sudah sangat siap dan membuat skema karantina di Kabupaten Paser.
dr. Jaya bersyukur, hingga saat ini belum ditemukan kasus kematian unggas di Kaltim.
"Alhamdulillah sampai sekarang tidak ada," ucapnya.
Baca juga: Dinkes Kaltim Belum Terima Laporan Flu Burung, Imbau Waspada Kematian Mendadak Unggas
Meski begitu, menjelang Lebaran 2023, pihaknya tetap mengawasi mobilitas pemudik serta arus logistik terutama membawa ternak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Kesehatan-Kalimantan-Timur-dr-Jaya-Mualimin-memastikan-mobilitas-unggas.jpg)