Berita Samarinda Terkini

Harga Beras di Samarinda Merangkak Naik, Warga: Jangan Naik Terus, Gas Saja Sudah Mencekik

Meningkatnya harga beras ini juga diakui oleh para pengecer beras di Pasar Komura, Kecamatan Samarinda Seberang

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HO
Salah satu outlet pengecer beras yang ada di Pasar Komura Samarinda. Para pelaku usaha membenarkan adanya kenaikan harga beras namun ketersediaan masih mencukupi, Senin (28/8/2023).TRIBUNKALTIM.CO/HO 

Meski begitu dikatakannya tak ada pilihan lain selain membeli karena nasi menjadi makanan pokok orang Indonesia.

Oleh sebab itu pihaknya berharap bahan pokok tak terus mengalami kenaikan harga.

"Harga gas 3 kilogram saja sudah menyentuh Rp 30 ribu, mencekik. Masa beras juga naik lagi. Buat yang mampu tidak berpengaruh, tapi buat kita yang pas-pasan tentu pusing," kata ayah dari tiga anak tersebut.

Hal senada juga disampaikan Agustian (43), salah satu pelaku usaha di kawasan Jalan Slamet Riyadi, Kecamatan Sungai Kunjang.

Ia mengatakan, lantaran harga beras mulai merangkak naik, dirinya terpaksa akan mengurangi porsi di restoran miliknya.

Baca juga: Harga Beras di Pasar Klandasan Balikpapan Melonjak, Pedagang: Padahal Stok tak Sulit

"Kalau di Pasar Segiri satu karung (25 kilogram) sudah sampai Rp 380 ribu. Kalau porsi masih sama, jelas modal enggak balik," ucapnya.

Sementara memeriksa tabel harga di sitem informasi Perdagangan Kaltim melalui data Disperindagkop dan UMKM Kaltim, harga beras mulai sedikit bergerak.

Untuk hari ini, beras medium per kilo menyentuh angka Rp 13.050, beras premium di angka Rp 14.825 dan komoditas beras termurah di angka Rp 9.750.

Sementara itu, untuk menjamin ketersediaan makanan pokok tersebut bagi masyarakat Indonesia, Perum Bulog telah merilis Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved