Berita Samarinda Terkini
Bulog Samarinda Bentuk Antisipasi Harga Beras Mahal di Kaltim
Untuk diketahui, Perum Bulog Samarinda membawahi 6 wilayah kerja Kabupaten/Kota di Kalimantan Timur
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Gerakan SIGAP SPHP atau Siap Jaga Harga Pasar dengan SPHP (Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan) juga turut dilakukan di Provinsi Kalimantan Timur.
Kepala Bulog Kantor Cabang Samarinda, Maradona Singal menegaskan hal tersebut, Selasa (29/8/2023).
Untuk diketahui, Perum Bulog Samarinda membawahi 6 wilayah kerja Kabupaten/Kota di Kalimantan Timur, meliputi:
- Kota Samarinda;
- Kota Bontang;
- Kukar;
- Kabupaten Kutim;
- Kabupaten Kubar;
- dan Mahulu.
"Sebenarnya SPHP mulai dari bulan Januari 2023 sudah kita lakukan, akan tetapi kita lebih giatkan lagi, dicanangkan oleh Dirut Bulog Pak Budi Waseso," tegasnya.
Baca juga: Harga Beras Premium di Kutim Naik hingga Rp 16 Ribu per Kg
Di Kota Samarinda sendiri, tepatnya Senin 28 Agustus 2023, pihaknya turun ke pasar-pasar.
Khususnya Kota Samarinda melaksanakan ke 10 pasar yang ada, baik pasar umum maupun rakyat.
"Kita gerakkan semua anggota yang ada, sehingga diharap semua beras tersebar," sebut Maradona.
Hal tersebut dilakukan untuk memantau kelancaran Gerakan SIGAP SPHP di pasar-pasar seluruh daerah melalui pedagang pengecer serta retail-retail modern beras tersebut tersedia.
Baca juga: Harga Beras di Pasar Klandasan Balikpapan Melonjak, Pedagang: Padahal Stok tak Sulit
Untuk harga beras SPHP dipatok dengan harga Rp8.600 per kilogramnya.
"Kita siapkan dalam kemasan per 5 kg dengan harga Rp43 ribu, mudah-mudahan tidak membebani masyarakat," ujarnya.
Maradona juga menegaskan, kerjasama bersama Pemkab dan Pemkot terus berjalan.
Seperti awal tahun bersama Kota Samarinda ke 59 titik untuk menyebar beras agar masyarakat mudah mendapatkan bahan pokok penting (bapokting) ini.
Baca juga: Jelang Ramadhan Komoditas Ayam Potong dan Cabai Susul Kenaikan Harga Beras di Bontang
Baru pada bulan April, Mei, dan Juni bantuan pangan juga digelontorkan guna memastikan masyarakat tidak kesulitan mendapat beras.
Sekarang giat-giat SPHP untuk penanggulangan dan antisipasi kenaikan harga beras.
"Kalau yang sekarang masih kerjasama dengan Pemkab Kukar 300 titik, dengan Pemkot Samarinda bersama dinas pangan untuk pasar murah," jelasnya.
Terkait stok beras untuk 6 wilayah kerja, Maradona memastikan cukup hingga akhir tahun 2023.
Pihaknya sudah mempersiapkan pasokan dan untuk rencana juga meminta tambahan guna menjaga ketahanan, khususnya wilayah Kalimantan Timur.
Untuk ketahanan pasokan masih aman, cukup, ada 3.300 ton, sampai akhir tahun cukup.
"Kalau di kami rata-rata 500 ton di wilayah kerja kami per bulan, antisipasi sudah dilakukan untuk kemarau panjang," ungkapnya.
Baca juga: Harga Beras dan Minyak Goreng di Samarinda Melonjak, Cabai Turun
Namun demikian, beras yang dipasok oleh lembaga vertikal yang mengurus ketahanan pangan tersebut, diakui langsung diimpor dari Vietnam dan di drop di Kota Balikpapan.
Alasan Bulog sendiri mengimpor beras dari Vietnam.
Karena Harga Pokok Penjualan (HPP) beras lokal yang tinggi dibanding dari negara tetangga.

"Kita masih berusaha (merangkul petani lokal), HPP masih kita sesuaikan, pembelian pemerintah kan di Rp 9.950 per kilo," ujarnya.
"Disini Rp10 ribu sampai Rp 11 ribu untuk petani lokal," tandasnya. (*)
Komisi IV DPRD Samarinda Minta Pemkot Petakan Ulang Sekolah Prioritas untuk Dibangun |
![]() |
---|
Astra Honda Racing Team Siap Tampil Kompetitif di ARRC Mandalika |
![]() |
---|
Dilema Terminal Bayangan Jalan APT Pranoto, Jadi Pilihan Warga Samarinda, Ditegur Satpol PP Kaltim |
![]() |
---|
Penumpang dan Pengelola Bus Anggap Terminal Bayangan Samarinda Mudahkan Akses, Harga Tiket Sama |
![]() |
---|
Sistem Tilang ETLE di Samarinda Belum Berfungsi, Ribuan Pengendara Masih Melanggar Lalulintas |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.