Pilpres 2024

Sinyal SBY Cari Rumah Baru Buat Demokrat, Surya Paloh: Memang Saya Ada Bakat Pengkhianat atau Tidak?

Menerka sinyal SBY cari rumah baru buat Partai Demokrat. Ketum NasDem, Surya Paloh memang saya ada bakat pengkhianat atau tidak?

Kolase Tribunkaltim.co / istimewa
Surya Paloh dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) - Menerka sinyal SBY cari rumah baru buat Partai Demokrat. Ketum NasDem, Surya Paloh memang saya ada bakat pengkhianat atau tidak? 

TRIBUNKALTIM.CO - Simak informasi seputar prahara Partai Demokrat dan Anies Baswedan jelang pendaftaran Pilpres 2024.

Menerka sinyal SBY cari rumah baru buat Partai Demokrat, usai Muhaimin Iskandar alias Cak Imin ditunjuk sebagai cawapres Anies Baswedan.

Ketum NasDem, Surya Paloh angkat bicara usai ramai-ramai isu pengkhianatan digaungkan Partai Demokrat.

Kepada media Surya Paloh balik bertanya kepada jurnalis apakah dirinya ada model alias tampang sebagai pengkhianat atau tidak.

Baca juga: Ini Kandidat Capres 2024 Terkuat dan Cawapres Anies Baswedan,Ganjar, Prabowo Paling Pas Versi Survei

Baca juga: Demokrat Patah Hati, Perjuangan Setahun AHY Dekati Anies Baswedan Sia-Sia, Malah Pilih Cak Imin

Baca juga: Sikap PKS setelah Kabar Anies Baswedan Gandeng Cak Imin Jadi Cawapres, Nasib Koalisi Perubahan?

Ketua Majelis Tinggi Partai (MTP) Demokrat sekaligus Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengkau terkejut atas pengkhianatan yang dilakukan Partai Nasdem dan Anies Baswedan terhadap Koalisi Perubahan untuk Persatuan.

SBY mengaku tidak pernah menyangka peristiwa ini akan terjadi.

Dia pun mengumpulkan petinggi Demokrat untuk melakukan rapat darurat.

"Pertemuan Majelis Tinggi Partai ini sangat penting. Ini sebuah emergency meeting karena terjadi peristiwa yang sangat mengejutkan dan tidak pernah kita bayangkan ini akan terjadi," ujar SBY di Cikeas, Jawa Barat, Jumat (1/9/2023) yang dikutip dari kanal Yotutube Demokrat.

SBY menyampaikan, Demokrat harus menyikapi dan merespons perkembangan tersebut, yakni soal Anies menunjuk Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai cawapres. Sebab, berdasarkan AD/ART partai, Majelis Tinggi Partai Demokrat berwenang menentukan Demokrat berkoalisi dengan partai mana dalam pilpres, sekaligus juga menentukan siapa capres dan cawapres yang hendak diusung.

"Oleh karena itu tepat kalau kita segera mengambil sikap dan merespons apa yang terjadi 3-4 hari lalu itu," kata dia.

Isyaratkan keluar koalisi

Partai Demokrat telah isyaratkan keluar dari Koalisi Perubahan setelah Anies Baswedan dan Nasdem dianggap berkhianat.

Keputusan ini diambil Partai Demokrat setelah Majelis Tinggi Partai (MTP) menggelar rapat untuk memutuskan secara resmi keluar dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) di kediaman Ketua MTP Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Puri Cikeas, Bogor pada Jumat (1/9/2023) sore.

Sebelumnya, keputusan Demokrat akan keluar dari Koalisi Perubahan telah disampaikan Sekjen Partai Demokrat pada Kamis (31/8/2023) kemarin.

Baca juga: Demokrat Sendirian, PKS Dukung Keputusan Anies Baswedan Pilih Cawapres, Koalisi Perubahan Bubar?

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved