Berita Kaltim Terkini
Teror Buaya Meluas di Kaltim, BKSDA Ungkap Penyebab dan Cara Mencegahnya
Selain Kabupaten Kutai Timur dan Kota Bontang, belakangan reptil karnivora itu muncul di objek wisata Labuan Cermin Kampung Bidukbiduk dan Balikpapan.
Hal itu disebabkan lantaran musim hujan telah berlalu dan kini memasuki musim kemarau.
"Kalau Januari sampai Juli 2023 ini, total laporan kasus buaya yang sampai di permukiman warga mencapai 21 laporan, namun yang kami evakuasi mencapai 16 ekor. Biasanya, buaya muncul di permukaan lantaran musim hujan atau banjir lalu terikut dengan saluran kanal-kanal. Selain itu, buaya muncul di permukiman warga disebabkan tidak ada lagi makanan di habitatnya sehingga mengincar ternak milik warga,” ungkapnya, Kamis (31/8/2023).
Lebih jauh, pihaknya juga telah melakukan imbauan kepada masyarakat yang lokasinya dekat dengan sungai atau kanal agar lebih waspada saat bermain air.
"Pernah juga kami diajak BKSDA untuk memasang plang awas ada buaya," imbuhnya.
Menurut laporannya, sejauh ini kebanyakan buaya muncul di wilayah Jalan Loa Hitam yang lokasinya dekat dengan Sungai Pinang.
Lalu di Pos Lanal Kenyamukan dan Perum Griya Bukit Pelangi yang berdekatan dengan kanal-kanal besar.
"Adapun ukurang buaya yang kami evakuasi sekitar 1,4 hingga 2 meteran, ada yang kami rilis ke BKSDA dan ada juga kami rilis sendiri di sungai Jalan Poros Snagatta - Rantau Pulung yang tidak ada pemukiman dan perkebunan warga," pungkasnya.
BKSDA: Jangan Merusak Mangrove
Merespons teror buaya di permukiman penduduk hingga objek-objek wisata perairan, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur (Kaltim) M. Ari Wibawanto mengakui, hampir setiap minggu mereka mendapatkan laporan mengenai konflik atau kontak negatif antara manusia dengan buaya.
Ary Wibawanto menerangkan, penyebaran buaya sangatlah pesat dan ada hampir di seluruh daerah ekuator khatulistiwa Untuk di Kalimantan Timur, banyak orang mengatakan pusat habitat buaya hanya berada di Kutai Timur.
Baca juga: BREAKING NEWS Kemunculan Buaya Hebohkan Masyarakat, Polisi Susuri Pesisir Pantai Semayang Balikpapan
"Padahal seluruh kabupaten kota di wilayah Kalimantan Timur ini, terutama rawa dan pesisir adalah habitat buaya, khususnya Crocodylus porosus (buaya muara)," ungkap Ari saat dijumpai Tribunkaltim di ruang kerjanya, Kamis (31/8/2023).
Ia juga menjelaskan, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 buaya merupakan satwa yang dilindungi.
Fenomena kemunculan buaya di tempat tak biasa dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Pertama, habitat mereka yang mulai tergerus lantaran pembangunan masif yang terus bertambah.
Ia tidak menampik populasi manusia akan terus bertambah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Polsekwas-Pelabuhan-Semayang-Balikpapan.jpg)