Rabu, 20 Mei 2026

Berita Kukar Terkini

Kisah Kesuksesan Konservasi Pesut Mahakam di Kukar Besutan PHM

Pinger akustik mengeluarkan sonar yang frekuensinya bisa didengar oleh Pesut sehingga Pesut tidak akan mendekat ke jaring nelayan

Tayang:
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
HO/PHM
Sebagai salah satu upaya menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati, PHM telah mencanangkan Program Konservasi Endemik (Komik) Pesut Mahakam di Desa Pela, Kota Bangun, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Program Konservasi Endemik Pesut Mahakam (Komik Pesut) dan Program Waste to Energy for Community (Wasteco) mendapat pengakuan internasional.

Program CSR besutan Pertamina Hulu Mahakam ini memperoleh penghargaan dalam ajang The 15th Global CSR & ESG Summit & Awards 2023.

Kedua program berhasil mendapatkan penghargaan tertinggi Platinum pada ajang yang diselenggarakan setiap tahun tingkat Asia Pasifik.

Senior Manager Relations PHI, Farah Dewi menerima langsung penghargaan tersebut.

Baca juga: DPRD Kukar Gelar Konsinyering, Bahas Aturan Kawasan Konservasi Pesut Mahakam

Ia mengatakan, penghargaan ini merupakan wujud pengakuan internasional.

Terutama untuk Program CSR Perusahaan yang berkontribusi dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

"Dengan integrasi konservasi dan wisata, Komik Pesut selaras dengan tujuan pembangunan
Berkelanjutan/SDGs tujuan pekerjaan layak, pertumbuhan ekonomi, dan ekosistem lautan," ujarnya, Selasa (5/9/2023).

Diketahui, Komik Pesut merupakan program konservasi Pesut Mahakam yang saat ini berstatus critically endangered dan hanya tersisa 85 ekor saja.

Baca juga: Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid Dukung Perlindungan Pesut Mahakam

Komik Pesut mengintegrasikan konservasi dengan dengan pemberdayaan masyarakat melalui sektor wisata berbasis community-based tourism.

Berlokasi di Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, Perusahaan berkolaborasi dengan Pokdarwis Bekayuh Baumbai Bebudaya.

Pokdarwis ini sebagai pengelola Desa Wisata Pela, Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI), serta pemangku kepentingan terkait lainnya.

Komik Pesut mengajak nelayan mengurangi penggunaan alat tangkap ikan yang mengganggu habitat Pesut Mahakam.

Baca juga: Inilah Biaya dan Cara Berwisata ke Desa Pela Kukar, Surganya Pesut Mahakam

PHM juga mengembangkan inovasi Pinger Akustik yang digunakan di kapal/jaring nelayan.

Pinger akustik mengeluarkan sonar yang frekuensinya bisa didengar oleh Pesut sehingga Pesut tidak akan mendekat ke jaring nelayan.

Pinger akustik ini merupakan inovasi modifikasi resonansi suara yang digunakan dalam proses seismik.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved