Berita Balikpapan Terkini
DKK Balikpapan Sampaikan Metode 3 M Plus Pacu Pemberantasan Sarang Nyamuk
Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Balikpapan, Kalimantan Timur cenderung meningkat pada periode Januari hingga September 2023
Penulis: Ary Nindita Intan R S | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Balikpapan, Kalimantan Timur cenderung meningkat pada periode Januari hingga September 2023.
Peningkatan tersebut tercatat dalam data Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan yakni ada 1.651 kasus DBD pada 2023, dari 1.400 kasus pada 2022 lalu.
Kemudian, wilayah Balikpapan Utara dan Balikpapan Kota diklaim sebagai Kecamatan dengan angka kasus DBD terbanyak di Kota Balikpapan.
Dalam hal ini, tentu kesadaran masyarakat juga perlu ditingkatkan dalam upaya pencegahan kasus DBD di Kota Balikpapan.
Kepala DKK Balikpapan, Andi Sri Juliarty mengatakan upaya pemberdayaan masyarakat menjadi langkah awal dalam penanganan kasus DBD.
Baca juga: DKK Catat 1.651 Kasus DBD di Balikpapan, Terbanyak di Balikpapan Utara dan Balikpapan Kota
Baca juga: DBD Capai 496 Kasus Positif, Dinkes Kutim Gencarkan Pembentukan Jumantik di Sekolah
Dengan melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk, yang dimulai dari metode 3 M Plus.
Yakni menguras, Menutup, dan Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas.
Mengingat, barang bekas sendiri bisa menjadi potensi sebagai tempat perkembangbiakan nyamuk penular demam berdarah.
"Metode 3 M plus menjadi langkah awal dan foging menjadi upaya akhir dalam pemberantasan sarang nyamuk," kata Dio, sapaan akrabnya, Senin (18/9/2023).
Disamping itu, DKK lantas mengimbau masyarakat untuk menggunakan obat pembunuh jentik nyamuk antara lain abate dan larvasida.
"Stok abate larvasida yang sudah didistribusikan DKK ke seluruh Puskesmas di Kota Balikpapan sekitar 200 kg," ujar Dio.
Agar jentik nyamuk tidak bertumbuh kembang, pihaknya juga mengajak masyarakat mengenai pemanfaatan kelambu air secara mandiri dan membuat ovitrap.
Baca juga: Anak Demam Tak Kunjung Turun? Coba Cek Perbedaan Gejala Demam Biasa Dan DBD
Kini, DKK Balikpapan telah membuat 500 kelambu air yang dibagikan kepada masyarakat.
"Jadi segala cara kita lakukan untuk mencegah demam berdarah. Kami juga memandirikan masyarakat untuk membuat kelambu air, karena modal satu kelambu air sendiri hanya Rp14 ribu," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20230918-Kepala-DKK-Andi-Sri-Juliarty-1.jpg)