Minggu, 26 April 2026

Berita Penajam Terkini

Dinas Pertanian PPU Pastikan Petani Tidak Alami Puso selama Kemarau Ini

Kepala Dinas Pertanian PPU Rozihan Asward mengatakan bahwa tidak ada puso di PPU selama musim kemarau panjang.

Penulis: Nita Rahayu | Editor: Diah Anggraeni
TribunKaltim.co/Nita Rahayu
Kepala Dinas Pertanian PPU Rozihan Asward mengatakan bahwa tidak ada puso di PPU selama musim kemarau panjang. Hal ini berkat langkah antisipasi yang telah dilakukan, yakni menanam lebih awal sehingga bisa panen sebelum kemarau panjang. 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memastikan tidak ada gagal panen atau puso selama kemarau yang terjadi beberapa waktu terakhir ini.

Petani di PPU terhindar dari puso berkat langkah antisipasi yang telah dilakukan, yakni menanam lebih awal sehingga bisa panen sebelum kemarau panjang.

Demikian yang disampaikan Kepala Dinas Pertanian PPU, Rozihan Asward kepada TribunKaltim.co, Selasa (7/11/2023).

"Kalau kemarau kemarin tidak ada gagal panen, karena petani tidak menanam," ungkapnya.

Baca juga: Pj Bupati PPU Libatkan UGM dan Unmul serta Kemendagri untuk Assessment Pegawai Desember 2023 Ini

Baca juga: Kebutuhan Solar untuk Nelayan di PPU Kurang, Dinas Perikanan Ajukan Tambahan Kuota ke Dirjen Migas

Baca juga: Petani di Babulu Penajam Paser Utara Raih Bantuan Alat Pertanian

DIjelaskannya bahwa ada beberapa petani, khususnya yang berada di Kecamatan Waru, tetap menanam saat kemarau.

Hal itu dilakukan karena mereka memiliki sumber air yang cukup, di mana pengairan dilakukan dengan sistem pompanisasi.

"Ada satu desa yakni Bangun Mulyo, mereka punya mata air. Jadi dari sungai itu dipompa baru dialirkan ke sawah," sambungnya.

Hasil tanaman padi mereka juga disebut berhasi dan akan panen raya bulan ini.

Setidaknya ada 30 hektare sawah yang ditanami padi dan akan segera panen.

Baca juga: Pemkab PPU Dua Kali Gelar Tes Urine, Tercatat 15 ASN dan THL Mangkir 

Produksi padi mereka juga tidak terkena hama karena selama kemarau tidak banyak tanaman padi.

"Tidak ada hama, karena orang jarang yang menanam," ujarnya.

Kini memasuki musim penghujan, petani di Waru maupun Babulu kembali bersiap memasuki masa tanam.

Kata Rozihan, perkiraan dua atau tiga kali lagi terjadi hujan, petani sudah mulai menanam padi.

"Ini lagi bersiap mereka untuk menanam," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved