Berita Berau Terkini
Hingga November 2023, Realisasi APBN di Kabupaten Berau Capai Rp 2,7 Triliun
Hingga akhir November 2023, realisasi APBN di Kabupaten Berau mencapai Rp 2,7 triliun.
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Diah Anggraeni
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Plt Kepala KPPN Tanjung Redeb Fitra Riadian menyampaikan bahwa capaian realisasi APBN secara nasional mulai menyentuh angka defisit Rp 0,7 triliun atau 0,003 persen dari PDB, dengan kondisi nominal pendapatan dan belanja yang hampir sama di angka Rp 2.240 triliun.
Capaian belanja pemerintah pusat turun 5,9 persen dibanding dengan bulan sebelumnya.
Pada periode yang sama, transfer ke daerah juga mengalami penurunan sebesar 1,6 persen.
Untuk capaian realisasi APBN di lingkup Kabupaten Berau, KPPN Tanjung Redeb telah merealisasikan belanja APBN di Kabupaten Berau sebesar Rp 2,7 triliun dari total pagu sebesar Rp 3.0 triliun.
"Hal ini mengutip dari Data Online Monitoring SPAN (OM SPAN) KPPN Tanjung Redeb, pada minggu terakhir bulan November 2023 sampai 27 November 2023,” jelasnya, Kamis (30/11/2023).
Baca juga: Tak Terima dengan Kenaikan UMK, Ratusan Buruh di Berau Unjuk Rasa di Halaman Kantor Bupati
Menurutnya, persentase capaian realisasi sampai 27 November 2023 tercatat sebesar 91,0 persen atau tumbuh sekitar 9,9 persen dibanding tahun sebelumnya yaNG HANYA sebesar 82,8 persen.
"Capaian realisasi APBN lingkup Kabupaten Berau ini lebih baik dibanding capaian Provinsi Kalimantan Timur dan capaian nasional," ungkapnya.
Tren positif capaian realisasi tersebut menandakan kinerja APBN on-track dalam mendukung kinerja perekonomian dan mengoptimalkan APBN sebagai shock absorber.
Dijelaskannya, realiasi belanja kementerian lembaga (K/L) di Kabupaten Berau sampai dengan tanggal 27 November 2023 sebesar Rp 194,9 miliar atau sebesar 81,2 persen.
Baca juga: Antisipasi Kenaikan Harga Jelang Nataru, DPRD Berau Minta Pemkab Segera Lakukan Monitoring
Adapun rinciannya adalah belanja pegawai sebesar Rp 91,2 miliar atau sebesar 91,7 persen, belanja barang sebesar Rp 93,5 miliar atau sebesar 80,1 persen, dan belanjamodal sebesar Rp10,3 miliar atau sebesar 42,7 persen.
"Sedangkan Belanja Transfer ke Daerah juga memiliki tren yang positif, terealisasi sebesar Rp2,5 triliun atau sebesar 91,8 persen dari pagu," bebernya.
Fitra berharap, setiap satuan kerja (K/L) dapat mempedomani rencana penarikan Dana (RPD) yang telah disusun melalui halaman III DIPA, sehingga mampu mencapai target yang telah ditetapkan, terutama untuk belanja modal.
"Diharapkan mampu memberikan stimulus dan efek domino, sehingga akan mempengaruhi dan mendorong konsumsi masyarakat serta pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Berau," pungkasnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.