Berita Kukar Terkini
Kopi Hitam dari Muara Kaman Kukar Disenangi Kampus Brasil dan Jepang
Siapa sangka bisnis Kopi Hitam Muara Kaman (Kohiman) yang digeluti pria berumur 69 tahun bernama Sutaman.
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
Namun, pengolahan biji kopi tetap masif karena dirinya juga menampung biji kopi dari para petani lokal.
Dirinya komitmen membeli kopi dari para petani lokal agar masyarakat juga tertarik menanam kopi.
“Kopi jenis Robusta yang saya beli dengan petani, ada kelas A, B dan C. Masyarakat pasti senang jika hasil taninya ada yang mau membeli,” ujarnya.
Baca juga: 8 Cara Alami Menurunkan Kadar Asam Urat Tanpa Minum Obat, Salah Satunya Minum Kopi
Menanam kopi bukan suatu hal yang baru bagi Sutaman. Pada 1997, dirinya pernah menanam beberapa pohon kopi dan membuahkan hasil.
Sayang, dia kesulitan memasarkan. Peminat kopi masih kurang.
“Saya bawa hasil panen kopi ke Samarinda tidak ada mau membeli. Akhirnya saya matikan saja pohon yang ada, tapi disisakan sekitar 2 pohon untuk konsumsi sendiri dan beralih ke tanam sayuran,” ceritanya.
Dirinya bersama kelompok tani yang lain kini sedang menyiapkan perluasan tanaman kopi dengan luas lahan 5 hektare.
Baca juga: Kampung Ekologi di Desa Prangat Baru, Cikal Bakal Kopi Luwak ala Kukar
Bakal ditanami kopi Robusta dengan bibit bersertifikat asal Jember, bantuan dari Dinas Perkebunan Kukar.
“Ini kita lagi menunggu bibitnya datang,” ucapnya.
Bagi yang mau menyicipi Kohiman di kedai kopi milik Sutaman bisa datang langsung ke Desa Cipari Makmur RT. 10 biasa disebut SP4 dengan jalur dari Tenggarong Seberang atau bisa melewati Sebulu.
“Tempat saya berjarak 2 kilometer dari kantor Desa Cipari Makmur. Kalau mau ke kedai saya, minum 1 atau 2 gelas kopi gratis, tapi jangan lupa beli kopinya," katanya.
Untuk kopi orisinil Rp 30 ribu per kemasan 180 gram, sedangkan kopi rasa jahe Rp 35 ribu. "Dengan kemasan yang sama,” pungkasnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20231210_Sutaman-Kopi-Hitam.jpg)