Berita Kutim Terkini

Peringatan HAB Ke-78 di Kutim, Bupati Ardiansyah Ingatkan soal Bahaya Penyalahgunaan Narkotika 

Peringatan HAB ke-78 Kemenag di Kutim, Bupati Ardiansyah ingatkan soal bahaya penyalahgunaan narkotika.

Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Diah Anggraeni
HO/Kemenag Kutim
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman saat menyampaikan amanat pada upacara peringatan Hari Amal Bakti ke-78 Kementerian Agama, Rabu (3/1/2024). Ardiansyah berpesan kepada para guru agama agar menyampaikan soal bahaya narkotika kepada muridnya. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman menghadiri upacara Hari Amal Bakti (HAB) ke-78 Kementerian Agama (Kemenag), Rabu (3/1/2024).

Dalam amanatnya, Ardiansyah berpesan kepada para guru agama agar menyampaikan soal bahaya narkotika kepada muridnya.

Pasalnya, kasus narkotika di Kabupaten Kutai Timur pada tahun 2023 mengalami peningkatan dan menyasar semua umur.

"Kita berharap melalui agama inilah saya berpesan di setiap kegiatan, ceramah di masjid gereja, agar melalui agama dapat memberikan nasihat sesuai kondisi Kutai Timur sekarang ini. Kita prihatin Kutai Timur masih tinggi terkait persoalan narkoba," ungkap orang nomor satu di Kutim itu, Rabu (3/1/2024).

Baca juga: Jalin Kerja Sama dengan Unmul, Pemkab Kutim Beri Beasiswa Kedokteran bagi Putra-Putri Daerah

Menurutnya, persoalan narkoba dan obat-obatan terlarang di Kutai Timur menempati urutan ke-3 se-Provinsi Kalimantan Timur.

Oleh karenanya, persoalan penyalahgunaan narkoba menjadi penting untuk disampaikan di sela-sela peringatan HAB ke-78 Kemenag itu.

"Karena mengganggu semuanya, mengganggu saraf, kejiwaan, kesehatan dan sudah barang tentu melanggar nilai-nilai agama," imbuhnya.

Ia juga sempat menyaksikan di balik jeruji sel salah satu polsek di Polres Kutai Timur, ternyata 60 persen kebanyakan terkena kasus penyalahgunaan narkoba.

Baca juga: Dapat Satya Lencana 20 Tahun, Hermiati Bangga Jadi Guru Agama di Kutim

Bahkan, ia mendapat laporan bahwa di tempat tersebut baru saja menangkap pengedar narkoba yang berusia nenek-nenek.

"Sedih sampai sebegitu jauh narkoba itu masuk ke ranah rumah tangga, berarti betapa dahsyatnya narkoba ini menghasut kita semua," terangnya.

Oleh sebab itu, ia berpesan agar seluruh pemuka agama, guru agama, dan lainnya agar perang melawan narkoba.

"Semuanya kita berperang melawan narkoba, apabila melihat penyalaahgunaan narkoba di lapangan maka segera laporkan ke pihak yang berwajib," tutupnya tegas. (*)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Kaltim dan Google News Tribun Kaltim untuk pembaruan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved