Berita Balikpapan Terkini
Sejarah dan Asal-usul HUT Kota Balikpapan di Kalimantan Timur
Berikut ialah penjelasan sejarah awal hari jadi kota Balikpapan, Kalimantan Timur dan awal mula Balikpapan menjadi kota minyak.
Penulis: Dzakkyah Putri | Editor: Christoper Desmawangga
Sejarah dan Asal-usul Hari Jadi Kota Balikpapan di Provinsi Kalimantan Timur
TRIBUNKALTIM.CO - Inilah penjelasan mengenai hari jadi Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) yang ditetapkan pada tanggal 10 Februari 1897.
Balikpapan merupakan kota yang sering kali disebut kota minyak yang berlokasi di Provinsi Kaltim.
Balikpapan menempati peringkat kedua sebagai kota terbesar di wilayah Kaltim setelah Kota Samarinda.
Merupakan salah satu kota yang padat di Kaltim, sehingga pada pertengahan tahun 2023, populasi kota ini mencapai sekitar 733.396 jiwa.
Baca juga: 5 Fakta Caleg Balikpapan Diduga Melanggar Kampanye, Terancam Denda Rp12 Juta Sampai Sulit Cari Saksi
Baca juga: Yuk Nikmati Malam Minggu SERU! Bersama Live Music di Midtown Coffee Balikpapan Kalimantan Timur
Baca juga: Pengetap Pertalite di Balikpapan Ditangkap, Barang Bukti 14 Jeriken Ukuran 20 Liter
Hari jadi Kota Balikpapan merujuk pada peristiwa pengeboran pertama sumur minyak.
Penetapan tanggal ini didasarkan pada hasil seminar sejarah Kota Balikpapan yang diselenggarakan pada 1 Desember 1984.
Pada tanggal tersebut, para peserta seminar sepakat untuk mengakui peristiwa pengeboran pertama sumur minyak sebagai momen penting yang menandai berdirinya kota ini.
Sehingga, tanggal 10 Februari 1897 dianggap sebagai hari berdirinya Kota Balikpapan.
Baca juga: Band Lokal Balikpapan Cakra Adanu Keluarkan Single Berjudul Kinten, Cerita Pengalaman Sang Gitaris
Sejarah awal mula Balikpapan berdiri pada masa kolonial, Balikpapan merupakan sebuah desa kecil di pantai timur Kalimantan.
Namun, pada tahun 1897, seorang geolog Belanda bernama J.H. Menten menemukan cadangan minyak di sekitar Sungai Balikpapan, yang kemudian mengawali era eksploitasi minyak di wilayah tersebut.
Perusahaan-perusahaan minyak asing, seperti Shell dan Standard Oil Company of California (sekarang Chevron) memulai operasi mereka di Balikpapan dan mengubahnya dari desa nelayan menjadi pusat industri minyak dan gas.
Menurut naskah Salasilah Kutai, Balikpapan merupakan bagian dari Kerajaan Kutai Kartanegara yang berdiri sejak tahun 1300 meskipun sedikit yang tercatat selama beberapa abad berikutnya.
Baca juga: Dampak Gonta-ganti Sabun Menurut Ahli Kecantikan di Balikpapan, Muncul Jerawat Jangan Dipencet
Pada periode tersebut, Belanda memperoleh hak eksplorasi melalui perjanjian dengan Kerajaan Kutai Kartanegara, dan Mr. Adams dari Firma Samuel & Co. London diangkat sebagai pemegang hak konsesi oleh pemerintah Hindia Belanda.
Eksplorasi dimulai pada kaki Gunung Komendur, dan pada 10 Februari 1897 pengeboran pertama menghasilkan minyak komersial yang dinamai sumur Mathilda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240119_bpp.jpg)