Sabtu, 2 Mei 2026

Sejarah

Sejarah 31 Januari: Berdirinya Nahdlatul Ulama atau NU, Eksis Hingga Kini 111 Tahun di Indonesia

Inilah penjelasan mengenai sejarah 31 Januari HUT NU dan berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) selama 111 tahun di Indonesia.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Dzakkyah Putri
forbaninu.id
LOGO NU. Inilah penjelasan mengenai sejarah 31 Januari HUT NU dan berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) selama 111 tahun di Indonesia. 

TRIBUNKALTIM.CO - Inilah penjelasan mengenai sejarah 31 Januari HUT NU dan berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) selama 111 tahun di Indonesia.

Nahdlatul Ulama (NU) merupakan salah satu organisasi agama tertua di Indonesia yaitu sudah berdiri selama 111 tahun lamanya.

Nahdlatul Ulama (NU) memasuki usia 111 tahun pada 16 Rajab 1445 H atau31 Januari 2024 tahun ini.

Nahdlatul Ulama (NU) didirikan pada 31 Januari 1926 sebagai respons terhadap perubahan sosial dan politik di Indonesia pada awal abad ke-20.

Organisasi ini muncul sebagai wakil ulama tradisionalis yang terinspirasi oleh ideologi Ahlus Sunnah wal Jamaah, yang dipimpin oleh tokoh seperti KH Hasyim Asyari dan KH Wahab Hasbullah.

Pembentukan NU tidak hanya bersifat terorganisir, tetapi juga mencerminkan hubungan erat antara ulama-ulama yang terlibat.

Baca juga: Sejarah 28 Januari: Pertama di Dunia, Islandia jadi Negara yang Melegalkan Aborsi, Ini Alasannya

Baca juga: Sejarah 27 Januari: Peristiwa Merah Putih di Sangasanga Kalimantan Timur, Kisah Heroik Soekasmo dkk

Baca juga: Sejarah 28 Januari: Hari Kusta Internasional, Berikut Penjelasan Beserta Cara Pencegahannya

NU mengadopsi ajaran Ahlus Sunnah wal Jamaah, yang bersumber dari Al-Qur'an, Sunnah, dan Ijma.

Dalam perspektif tauhid, NU mengikuti ajaran Imam Abu Hasan Al-Matyal Ali dan Imam Abu Mansur Al-Maturidi.

Dalam bidang syariat Islam, NU taat pada salah satu dari empat Madzhab (Hanafi, Maliki, Syafii, Hanbali), terutama kepada Syafi’i.

Selain itu, NU memiliki dasar-dasar ajaran dari Imam Abu Qosim Al-Junaidi di bidang tasawuf.

Sejarah NU juga mencerminkan peran aktifnya dalam perkembangan politik dan keagamaan Indonesia.

Ideologi Ahlus Sunnah wal Jamaah muncul sebagai respons terhadap upaya kolonial Belanda untuk menghancurkan potensi Islam.

Ulama-ulama NU merasa tanggung jawab untuk menjaga kemurnian ajaran Islam dan memperjuangkan kemerdekaan dari penjajahan.

Di tengah tugas ini, NU juga berkomitmen untuk menjaga kedamaian di Indonesia.

Penciptaan Nahdlatul Ulama tidak bisa dipisahkan dari dukungan ajaran Ahlus Sunnah wal Jama’ah (Aswaja) yang bersumber dari Al-Qur'an, Sunnah, dan Ijma.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved