Minggu, 3 Mei 2026

Sejarah

Sejarah 31 Januari: Berdirinya Nahdlatul Ulama atau NU, Eksis Hingga Kini 111 Tahun di Indonesia

Inilah penjelasan mengenai sejarah 31 Januari HUT NU dan berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) selama 111 tahun di Indonesia.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Dzakkyah Putri
forbaninu.id
LOGO NU. Inilah penjelasan mengenai sejarah 31 Januari HUT NU dan berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) selama 111 tahun di Indonesia. 

NU, sebagai organisasi yang lahir dari proses kontemplasi dan doa istikharah, terus berkembang menjadi kekuatan Islam moderat dan toleran dengan jaringan pesantren yang mendidik generasi penerus.

20240130_KH Asyari
POTRET KH HASYIM ASYARI. Inilah penjelasan mengenai sejarah 31 Januari HUT NU dan berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) selama 111 tahun di Indonesia.

Tujuan Berdirinya NU

Dilansir dari Gramedia pengaruh Nahdlatul Ulama sangat besar di kalangan Kyai dan Ulama di Jawa bagian timur dan tengah, serta masyarakat umum.

Seperti statuta Nahdlatul Ulama, Perumusan Pada tahun 1927 organisasi tersebut bertujuan untuk memperkuat kesetiaan Islam kepada salah satu dari empat Madzhab dan untuk melaksanakan kegiatan yang bermanfaat bagi para anggotanya sesuai dengan ajaran Islam.

Kegiatan utama organisasi NU adalah sebagai berikut.

1. Memperkuat persatuan Diantara sesama ulama yang masih setia pada ajaran mazhab

2. Memberikan bimbingan tentang jenis-jenis buku yang diajarkan oleh lembaga pendidikan Islam

3. Penyebarluasan ajaran Islam atas permintaan empat Madzhab

4. Meningkatkan jumlah Madrasah dan Organisasi

5. Mendukung pembangunan Masjid, Langgar dan Pesantren

6. Membantu anak yatim  dan fakir miskin.

Nama Tokoh Berdirinya NU

Dilansir dari Kompas berikut tokoh yang Terlibat dalam Berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) Pada hari bersejarah itu beberapa tokoh terlibat dalam pendirian organisasi NU antara lain:

  1. KH Hasyim Asy’ari Tebuireng (Jombang, Jawa Timur)
  2. KH Abdul Wahab Chasbullah (Tambakberas, Jombang, Jawa Timur)
  3. KH Bishri Syansuri (Jombang, Jawa Timur)
  4. KH Asnawi (Kudus, Jawa Tengah)
  5. KH Nawawi (Pasuruan, Jawa Timur)
  6. KH Ridwan (Semarang, Jawa Tengah)
  7. KH Maksum (Lasem, Jawa Tengah)
  8. KH Nahrawi (Malang, Jawa Tengah)
  9. H. Ndoro Munthaha (Menantu KH Khalil) (Bangkalan, Madura)
  10. KH Abdul Hamid Faqih (Sedayu Gresik, Jawa Timur)
  11. KH Abdul Halim Leuwimunding (Cirebon, Jawa Barat)
  12. KH Ridwan Abdullah (Jawa Timur)
  13. KH Mas Alwi (Jawa Timur)
  14. KH Abdullah Ubaid dari (Surabaya, Jawa Timur)
  15. Syekh Ahmad Ghana’im Al Misri (Mesir)

Adapun beberapa ulama lainnya yang juga hadir pada saat itu tak sempat tercatat namanya.

Substansi Berdirinya NU

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved