Pilpres 2024
Hasil Survei Litbang Kompas: Mayoritas Publik Ingin Jokowi Jaga Etika dan Netral di Pilpres 2024
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi sorotan berdasarkan hasil survei Litbang Kompas terbaru.
TRIBUNKALTIM.CO - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi sorotan berdasarkan hasil survei Litbang Kompas terbaru.
Survei Litbang Kompas yang digelar 29 Januari-2 Februari 2024, menunjukkan bahwa rakyat mulai tidak suka dengan sikap Jokowi.
Bahkan, publik menilai Jokowi harus menjaga etika politiknya dan bersikap netral pada Pilpres 2024, maupun Pemilu 2024.
Kegelisahan publik terjadi berdasarkan sejumlah kontroversi yang dilakukan Jokowi akhir-akhir ini.
Baca juga: 2 Hasil Survei Capres dari Lembaga Luar Negeri Jelang Detik-Detik Pencoblosan, Pemenangnya Terlihat
Baca juga: Hasil Polling Capres 2024 ILC Terbaru Hari Ini, 5 Hasil Survei Capres Terbaru/Elektabilitas Terkini
Baca juga: Hasil Survei Capres 2024, Simak Elektabilitas Pasangan Calon Usai Debat Terakhir, Ada Perubahan?
Lebih dari 50 persen responden juga menilai Presiden RI Joko Widodo harus netral selama gelaran Pemilu 2024.
Lalu, sebanyak 96 persen responden sepakat bahwa etika politik harus dijaga selama penyelanggaran Pilpres 2024.
Persepsi publik ini direkam usai Presiden Jokowi menuai kontroversi karena menegaskan presiden boleh berkampanye pada 24 Januari 2024 lalu.
Ketika ditanya apakah etika politik penting untuk dijaga selama pemilu, sebanyak 63,4 persen responden menjawab sangat penting.
Baca juga: Survei Capres 2024 Terbaru Hari Ini Litbang Kompas, Elektabilitas Paslon Terkuat Januari-Februari
Sedangkan 32,7 persen responden menjawab penting.
Sebanyak 54,4 persen responden pun sepakat bahwa presiden harus netral selama penyelanggaraan pemilu.
Namun, 43,9 persen menilai Presiden Jokowi boleh berkampanye karena haknya diatur dalam undang-undang.
Sejumlah pasal dalam UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu memang mengatur hak presiden untuk berkampanye.
Baca juga: Beda Hasil Survei Capres 2 Lembaga Luar Negeri Jelang Pencoblosan, Pilpres 2024 1 atau 2 Putaran
Namun, tindakan tersebut bertentangan dengan pernyataan Presiden Jokowi sebelumnya soal pentingnya netralitas penyelenggara negara ketika pemilu.
Di lain sisi, berbagai pihak menyorot kecenderungan Jokowi untuk berpihak pada salah satu paslon.
Terlebih lagi, anaknya, Gibran Rakabuming Raka mencalonkan diri sebagai cawapres Prabowo Subianto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240203_Daftar-6-Orang-di-Sekitar-Jokowi-Mundur-Jelang-Pilpres-2024_Solo_Ahok.jpg)