Pemilu 2024
Anak Muda Samarinda Gelar Diskusi Tumbuk Caleg, Sebut Banyak Anak Muda jadi Penjilat
Menjelang pesta demokrasi Pemilu serentak kaum muda punya cara mengetahui bibit bobot para calon wakil rakyat, yang bakal dipilih 14 Februari
Penulis: Nevrianto | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Menjelang pesta demokrasi Pemilu serentak kaum muda punya cara mengetahui bibit bobot para calon wakil rakyat, yang bakal dipilih 14 Februari dan bekerja untuk rakyat selama 5 tahun ke depan.
Melalui gelar Kegiatan diskusi Tumbuk Caleg melibatkan kaum muda caleg dari PKS,Hajar Aswad Partai Demokrat, Faradila Melanie, PDIP, Romadhony Putra Pratama, Partai Buruh, Endy Satrio Jatmoko, PSI, Taufan Marselinus merupakan kegiatan kolaborasi sejumlah komunitas.
Diantaranya, Sekolah Life Skilln Indonesian Youth Diplomacy Kaltim, My Speaker, Samarinda Creator , X Camp, Gerak Selaras, Samarinda Creator, Wadah Bekesah Samarinda,Duta Damai Kaltim, Organisasi Pelajar Islam Indonesia.
Ternyata respon acara diluar ekpektasi, bahkan sekira 100 orang pengunjung antusias menyaksikan diskusi bertajuk Tumbuk Calon Legislatif (Caleg) DPRD Samarinda di Pojok Cafe Jalan Juanda Kota Samarinda Kalimantan Timur.
Baca juga: Tanggap Ancaman Kerusuhan di Pemilu 2024, Polda Kaltim Gelar Simulasi Eskalasi Kekacauan
Baca juga: Menuju Masa Tenang Pemilu 2024, Bawaslu Kaltim Kuatkan Pengawasan demi Penyelenggaraan Berjalan Baik
"Kita terlalu banyak info Pemilu RI -1 harusnya kita kenalkan Caleg DPRD Kota Samarinda.
Hasil kesepakatan teman teman tumbuk mirip dengan samarinda.Kami Pakai kata tumbuk sesuai dengan dialog sapaan sehari hari dan supaya diserap teman teman di Samarinda.
Semoga dengan adanya diskusi Tumbuk Caleg mudah diserap khususnya anak anak muda,"ujar salah seorang inisiator Hanna Pertiwi, Jumat (9/2/2024)
Safran dari komunitas Samarinda Kreator punya alasan kuat menghadirkan caleg muda pada diskusi Tumbuk Caleg.
"Kenapa dihadirkan caleg muda, karena banyak anak sekarang itu yang jadi penjilat. Seharusnya seperti Kata Tan Malaka idealisme adalah kemewahan anak muda
Kita bikin acara netral untuk murni mengetahui gagasannya terutama pemuda.kita semua dari komunitas gak saling kenal.Semoga ruang diskusi seperti Tumbug Caleg Kamis (8/2/2024) malam, makin ada kedepannya.
Mengingat Literasi kota di Indonesia tingkat literasinya, 0,001 persen. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca..Orang kita liat buku jarang.kita buka ruang diskusi supaya wawasan lebih luas,"ungkapnya.
Hanna Pertiwi menambahkan upaya mendatangkan sejumlh caleg partai bukan usaha yang mudah.
"Kita sudah nge- dm tingkat partai.Ternyata Medsos sejumlah parfai gak jelas. Mungkin karena itu juga gak kreatif.
Gak semua caleg gak berani gak punga mental sepertinya.
Seharusnya Mereka bisa menjelaskan niat maksud masuk partai. Kita supaya bisa melihat masing masing perspektif melalui diskusi tumbuk caleg.
Selain itu hampir semuanya anak muda organisasi se komunitas. Influencer juga diundang konten kreator juga kita undang," ujarnya.
Baca juga: Tanggap Ancaman Kerusuhan di Pemilu 2024, Polda Kaltim Gelar Simulasi Eskalasi Kekacauan
| Pengertian Putusan 'Dismissal' yang Bikin Pemerintah Tunda Pelantikan Kepala Daerah Pilkada 2024 |
|
|---|
| Besok, Rabu 26 Juni KPU Kutai Kartanegara Siap Gelar Penghitungan Ulang Surat Suara di 43 TPS |
|
|---|
| Polisi Awasi Pergeseran 43 Kotak Suara Jelang Penghitungan Surat Suara Ulang di Kutai Kartanegara |
|
|---|
| KPU Kukar Jamin Tidak Ada Surat yang Rusak dalam Penghitungan Suara Ulang di 43 TPS |
|
|---|
| Terjawab Alasan Politikus PDIP Minta KPU Legalkan Money Politic, Sebut Pemilu Kontestasi Saudagar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240209-Diskusi-Tumbul-Caleg.jpg)