Berita Kutim Terkini
Ini Upaya Dinkes Kutim Tangani Kasus DBD Tahun 2024
Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Kutai Timur cukup tinggi mencapai 156 dari Januari sampai 10 Februari 2024
Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,SANGATTA - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Kutai Timur cukup tinggi mencapai 156 dari Januari sampai 10 Februari 2024.
Oleh sebab itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim melakukan upaya untuk mencegah dan meanggulangi penyakit DBD yang sedang naik daun.
Salah satunya, sosialisasi melalui Puskesmas dan bekerja sama dengan pihak sekolahan untuk mensosialisasikan seputar DBD dan pencegahannya.
"Kami mengajak para guru di sekolahan agar melakukan Jumat bersih secara rutin di lingkungan sekolahan," ucap Penanggung Jawab Program DBD Diskes Kutim Doris Novelin, Jumat (23/2/2024).
Baca juga: 1.551 Orang Terinfeksi DBD, Dinas Kesehatan Kaltim Sebut Tertinggi di Kabupaten Berau
Baca juga: Kasus DBD Kaltim Awal 2024 Catatkan 1.551 Orang Terinfeksi, 7 Meninggal Dunia
Selain itu, pihaknyaa juga melakukan sosialisasi di sekolah agar para guru dan siswa menjaga kebersihan di lingkungan rumah.
Menurutnya, nyamuk aedes aegypti yang menyebabkan DBD tersebut lebih banyak menyerang di siang hari saat aktivitas anak sekolah.
Sehingga menjaga kebersihan lingkungan sekolah juga penting untuk dilakukan.
"Kami juga menyediakan abate gratis di Puskesmas untuk ditaruh di penampungan air yang non konsumsi," imbuhnya.
Abate salah satu serbuk yang digunakan untuk mencegah pertumbuhaan jentik nyamuk aedes aegypti.
Baca juga: Satu Warga Mahakam Ulu Terkonfirmasi DBD, Dinas Kesehatan Gencarkan Upaya Pencegahan
"Itu sudah kami siapkan untuk penampungan air yang digunakan sebagai air cuci dan mandi," pungkasnya. (*)
| Bea Cukai Sangatta Kutim Musnahkan Ratusan Ribu Rokok dan Miras Ilegal Senilai Rp 602 Juta |
|
|---|
| Harga Minyak Goreng dan Bawang Merah Melonjak di Sangatta, Pedagang Minta Operasi Pasar |
|
|---|
| Geger, Jasad Pria Ditemukan di Gedung Walet Sangatta Kutim, Polisi Selidiki Penyebabnya |
|
|---|
| Petani Sawit Kutim Menjerit, Harga TBS di Lapangan Anjlok Jauh dari Ketetapan Pemerintah |
|
|---|
| Warga Long Bentuq di Kutim Desak Pembangunan Plasma 302 Hektare Segera Dilanjutkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240223-cbersih-bersih-lingkungan.jpg)