Sabtu, 9 Mei 2026

Tribun Kaltim Hari Ini

Disnakertrans Paser Prediksi PHK Capai 700 Pekerja, Didominasi Sektor Pertambangan Batu Bara

Disnakertrans Paser memprediksi akan terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tahun ini yang mencapai 700 pekerja.

Tayang:
Penulis: Martinus Wikan | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Paser, Madju Simangungsong. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi atau Disnakertrans Paser memprediksi akan terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tahun ini yang mencapai 700 pekerja.

Diutarakan PHK tersebut akan terjadi di bidang pertambangan batu bara pada wilayah Bumi Daya Taka lantaran faktor batu bara yang diprediksi menurun tahun ini, Senin (11/3/2024).

Kepala Disnakertrans Paser, Madju Simangungsong mengatakan PHK tersebut berasal dari perusahaan kontraktor milik PT Kideco Jaya Agung.

Baca juga: Polemik Lahan Transmigran, Disnakertrans Paser Sebut Ada 2 Pola Transmigrasi di Desa Suatang

"Jumlahnya mencapai 700 dari berbagai perusahaan kontraktor, tapi kita (pemerintah daerah) telah bersiap dengan berkonsolidasi dengan pihak perusahaan lainnya," terang Madju.

Konsolidasi yang dilakukan bertujuan agar perusahaan lain bisa menampung tenaga kerja yang di PHK tersebut.

"PHK ini merupakan hal biasa dalam dunia usaha, terlebih pada perusahaan yang bergerak di sektor tambang batu bara dengan produksi bisa naik turun tiap tahunnya," tambahnya.

Seperti yang terjadi pada perusahaan Kideco Jaya Agung, jumlah produksi di tahun 2023 mencapai 32 juta ton. Berbeda halnya untuk tahun ini, kata Madju produksi dari Kideco diprediksi akan menurun sekitar 29 juta ton. "Cuman yang jelas, jumlah PHK 2024 ini bakal lebih besar dari tahun 2023," ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan, pemerintah daerah menghadapi PHK yang terjadi ialah dengan menggelar banyak pelatihan kompetensi di Balai Latihan Kerja (BLK).

Baca juga: Soal Lahan Warga Transmigrasi yang Belum Miliki Sertifikat, Disnakertrans Paser Masih Cari Data 

"Bagi mereka yang tidak bekerja lagi, bisa mencari kompetensi baru di BLK dan menjadi modal untuk berwirausaha ataupun bekerja di sektor usaha bidang lain," tutur Madju.

Sebelumnya, Seluruh karyawan perusahaan diminta untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

Hal tersebut bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman dan sehat menuju nihil kecelakaan.

Kepala Disnakertrans Paser, Madju Simangunsong mengatakan peran aktif karyawan dalam peningkatan pemasyarakatan K3 bisa menghasilkan karyawan mandiri.

"Sehingga dapat mendukung arahan kebijakan K3 nasional, yang akan berdampak pada peningkatan produktivitas nasional secara nyata," terang Madju, Jumat (1/3/2024).

Baca juga: Masalah tak Kunjung Selesai, Wakil Ketua DPRD Geram Disnakertrans Paser Absen Hearing dengan Warga

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Paser untuk selalu berkoordinasi dan bersinergi dengan semua pihak.

"Saya mengajak semua pemangku kepentingan melakukan koordinasi sinergi dan kolaborasi, dalam upaya peningkatan kemandirian berbudaya K3 dengan terus menggelorakan K3 di setiap kesempatan," ajaknya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved