Berita Kutim Terkini
5 Kecamatan di Kutim Rawan Kebakaran Bakal Dipasang Nomor Damkar
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kabupaten Kutai Timur telah memetakan wilayah yang rawan kebakaran
Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kabupaten Kutai Timur telah memetakan wilayah yang rawan kebakaran.
Menurut Kepala Dinas Damkartan Kutim, Failu wilayah rawan kebakaran di Kutai Timur diantaranya Kecamatan Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Bengalon, Muara Wahau dan Kongbeng.
"Soalnya kan di wilayah tersebut padat penduduk jadi rawan kebakaran," ungkap Failu, Kamis (14/3/2024).
Oleh sebab itu, upaya Disdamkartan Kutim untuk melayani jika ada musibah kebakaran akan memasang nomor Damkar di setiap gang yang dinilai sangat rawan.
Baca juga: Buaya Muara 3,9 Meter Tangkapan Disdamkartan Kutim tak Makan 3 Hari, Ini Kata BKSDA Kaltim
Baca juga: Diamankan di Kantor Disdamkartan Kutim, Begini Kondisi Buaya 3,9 Meter yang Ditemukan di Parit
Tujuannya, agar saat terjadi kebakaran, warga langsung menghubungi Damkar sehingga penanganan pemadaman api cepat dilakukan.
Tak hanya itu, ia juga telah membuat aplikasi 'Sigap Api Kutim' yang akan menjadi fasilitas warga jika terjadi kebakaran.
"Masyarakat nanti tinggal pakai android tinggal mencet aplikasi lalu akan ketahuan titik kebakarannya," tuturnya.
Sementara ini, aplikasi 'Sigap Api Kutim' masih dalam proses pematangan dan akan disosialisasikan kepada masyarakat Kutai Timur. (*)
| Target Ekonomi Kutim 2027 Tembus 10,76 Persen, Wabup Soroti Ketergantungan APBD |
|
|---|
| Pemprov Kembalikan 24 Ribu Peserta JKN ke Daerah, Kutim Hadapi Risiko Pembengkakan Anggaran |
|
|---|
| Ketua DPRD Kutai Timur Jimmi Mediasi Konflik Antar 2 Paguyuban |
|
|---|
| Ketua DPRD Kutai Timur Jimmi Ingatkan Risiko Ekonomi Bergantung Tambang |
|
|---|
| Persiapan SPPG Polres Kutim Capai 99 Persen, IPAL dan Sertifikasi Halal Jadi Prioritas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240314-Disdamkartan-Kutim-Padamkan-api-di-Sangatta.jpg)