Tribun Kaltim Hari Ini
Walikota Basri Rase Bakal Jadikan RT sebagai Kontraktor Swakelola di Bontang
Dirinya yakin dengan program swakelola RT, pembangunan akan tepat sasaran dan serapan anggaran akan maksimal sama halnya dengan melibatkan tentara dal
Penulis: Martinus Wikan | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Walikota Bontang, Basri Rase mengungkapkan. ketua rukun tetangga memungkinkan untuk dilibatkan, pada kegiatan fisik melalui program swakelola di masing-masing wilayah.
Hal tersebut disampaikan pada sambutannya dihadapan pimpinan Forkopimda, perwakilan pemuda, perusahaan dan ketua RT dalam acara Musrembang, Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2025, di Pendopo Wali Kota, Rabu (13/3/2024).
Sesuai kegiatan tersebut, kepada TribunKaltim.co menjelaskan keterlibatan masyarakat pada pembangunan akan lebih efektif dan berdampak langsung secara ekonomi. "Aturannya masih digodok," kata Walikota Basri Rase.
Aturan yang dimaksud, sambung dia, berkaitan dengan misalnya besar nilai dan dimensi pekerjaan.
Baca juga: Andi Faizal Pertanyakan Kebijakan Walikota Bontang Basri Rase soal Swakelola RT
Hal tersebut menurutnya perlu dibatasi agar tidak menjadi persoalan dikemudian hari.
"Jangan sampai ini jadi bahaya buat kita, kalau tidak diatur. Misalnya anggaran dibawah Rp 200 juta itu bisa masuk di swakelola RT," terangnya.
Dirinya yakin dengan program swakelola RT, pembangunan akan tepat sasaran dan serapan anggaran akan maksimal sama halnya dengan melibatkan tentara dalam pembangunan. Selain itu, potensi sunat menyunat anggaran dapat minimalisir.
"Akan lebih mudah karena masyarakat punya tanggungjawab sendiri, mereka yang akan menikmati. Jelek kerjaanya rugi, kontrol sosialnya juga akan lebih besar," bebernya.
Baca juga: Walikota Bontang Basri Rase Kerap Dikritik Keluar Daerah dan Habiskan Anggaran untuk Bimtek
Sementara itu, Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam mendukung wacana Wali Kota Basri Rase, melibatkan ketua rukun tetangga (RT) dalam kegiatan fisik melalui program swakelola.
Melibatkan langsung ketua RT pada pembangunan menurutnya sudah tepat lantaran, yang mengetahui persis kebutuhannya adalah mereka yang berada dilapisan terbawah dari pemerintah yaitu, RT.
"Saya kira bagus saja seperti itu karena memang yang dibutuhkan saat ini,ya pelaksanaan pembangunan di tingkat paling bawah yaitu RT," kata Andi Faiz melalui pesan singkatnya kepada TribunKaltim.co, Rabu (13/3/2024).
Terlebih usulan tersebut bukan hal baru. Andi Faiz bilang dorongan melanjutkan program pembangunan fisik di lingkungan RT sudah disuarakan jauh hari oleh para legislator.
Anggota DPR merekam aspirasi tersebut pada setiap pertemuan Reses di masyarakat.
"Tetapi pemerintah tetap maunya kegiatan stimulan seperti urban farming," ungkapnya.
Curiga Ada Motif
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240313_Walikota-Bontang-Basri-Rase.jpg)