Minggu, 12 April 2026

Jejak Islam di Bumi Etam

Jejak Islam di Bumi Etam 7 - Gelar Raja Berubah jadi Sultan

Raja Kutai Kartanegara ke-14, Aji Muhammad Idris yang berkuasa dari 1732 hingga 1739 merupakan sultan pertama dan menandai bahwa kerajaan ini Islam.

|
Diskominfo Kalimantan Timur
Sultan Aji Muhammad Idris, sultan pertama di Kerajaan Kutai yang kini namanya diabadikan menjadi Universitas Islam Negeri terbesar di Kalimantan Timur. (Diskominfo Kalimantan Timur) 

Penyebaran Islam di Kutai Kartanegara mengalami periodesasi yang panjang selepas mangkatnya Raja Aji Dilanggar. Namun perubahan fundamental terjadi saat pemerintahan Aji Muhammad Idris berkuasa, di mana gelar raja berubah menjadi sultan.

TRIBUNKALTIM.CO – Setelah masa pemerintahan Raja Aji Dilanggar yang tergolong singkat, penyebaran Islam kian massif di Kerajaan Kutai Kartanegara.

Wilayah Kerajaan Kutai Kartanegara juga semakin luas setelah Kerajaan Kutai Martadipura ditaklukkan.

Selain itu, pusat pemerintahan juga berpindah dari Tepian Batu ke Pemerangan yang kini bernama Desa Jembayan.

Saat ibu kota terletak di Jembayan inilah kemudian terjadi perubahan nama takhta di Kerajaan Kutai Kartanegara.

Pemimpin yang dulunya disebut raja, berganti menjadi sultan yang semakin menegaskan bentuk pemerintahan monarki berbasis Islam.

Baca juga: Jejak Islam di Bumi Etam 1 - Mengumpulkan Kepingan Sejarah Islam di Kalimantan Timur

Baca juga: Jejak Islam di Bumi Etam 2 - Adu Kesaktian Berujung Syahadat

Baca juga: Jejak Islam di Bumi Etam 3 - Gelar Tunggang Parangan dari Kerajaan Kutai Kartanegara

Raja Kutai Kartanegara ke-14, Aji Muhammad Idris yang berkuasa dari 1732 hingga 1739 merupakan sultan pertama dan menandai bahwa eksistensi kerajaan ini telah bercorak Islam.

Beliau adalah putra dari Aji Pangeran Anum Panji Mendapa yang memerintah Kerajaan Kutai Kartanegara dari 1730 hingga 1732 M.

Dalam penelusuran TribunKaltim.co, sosok Sultan Aji Muhammad Idris kini menjadi nama Universitas Islam Negeri (UIN) terbesar di Kalimantan Timur.

Kampus Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda. Sultan Aji Muhammad Idris merupakan sultan pertama di Kerajaan Kutai yang kini namanya diabadikan menjadi Universitas Islam Negeri terbesar di Kalimantan Timur. TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Kampus Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda. Sultan Aji Muhammad Idris merupakan sultan pertama di Kerajaan Kutai yang kini namanya diabadikan menjadi Universitas Islam Negeri terbesar di Kalimantan Timur. (TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO)

Dosen Ilmu Sejarah Islam, Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Samsir, S.Ag, M.Hum, mengatakan Sultan Aji Muhammad Idris lahir pada tahun 1667 di Jembayan, atau ibu Kota Kerajaan Kutai kala itu yang kini masuk Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara.

Nama Kerajaan Kutai Kartanegara juga telah berganti menjadi Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martapura setelah sebelumnya berhasil memenangkan perang di Muara Kaman.

Baca juga: Jejak Islam di Bumi Etam 4 - Berdakwah di Sepanjang Pesisir Kaltim

Samsir mengatakan, Sultan Aji Muhammad Idris merupakan cucu menantu dari Sultan Wajo bernama La Maddukelleng, yang kemudian berangkat ke tanah Wajo, Sulawesi Selatan.

Di Wajo, Aji Muhammad Idris turut bertempur bersama-sama rakyat Bugis melawan Veerenigde Oostindische Compagnie (VOC), kongsi dagang atau Perusahaan Hindia Timur Belanda.

Sultan Aji Muhammad Idris dikisahkan beberapa kali berperang dengan VOC.

Namun, dalam pertempuran itu ia gugur.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved