Minggu, 19 April 2026

Sejarah

Sejarah 28 Maret: Peristiwa Penangkapan Pangeran Diponegoro dan Diasingkan Belanda

Inilah inofrmasi sejarah terkait 28 Maret yaitu peristiwa penangkapan Pangeran Diponegoro dan diasingkan Belanda.

|
Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Dzakkyah Putri
Canva.com
PANGERAN DIPONEGORO - Inilah inofrmasi sejarah terkait 28 Maret yaitu peristiwa penangkapan Pangeran Diponegoro dan diasikan Belanda. 

TRIBUNKALTIM.CO - Pangeran Diponegoro adalah salah satu tokoh pahlawan nasional Indonesia yang terkenal karena perannya sebagai pemimpin dalam Perang Diponegoro, juga dikenal sebagai Perang Jawa melawan Belanda.

Perang ini berlangsung selama hampir lima tahun, dari tahun 1825 hingga 1830, dan merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah perlawanan terhadap penjajahan Belanda di Indonesia.

Perang Diponegoro dipicu oleh ketidakpuasan Pangeran Diponegoro terhadap kebijakan kolonial Belanda yang semakin merugikan rakyat Jawa, terutama terkait dengan ekonomi, politik, dan agama. Pada awalnya, Pangeran Diponegoro adalah pendukung setia pemerintah kolonial Belanda,

Namun pada tahun 1825, ketidakpuasannya terhadap kebijakan kolonial memuncak yang memicu pemberontakan terhadap pemerintah kolonial.

Baca juga: Sejarah 20 Maret: Berdirinya VOC Pada Masa Penjajahan Belanda

Baca juga: Sejarah 24 Maret: Hari Tuberkulosis Sedunia

Baca juga: Sejarah 19 Maret: Pertama Kali Pluto Diidentifikasi dan Terlihat di Tata Surya

Diponegoro memimpin perlawanan bersama pasukan Jawa melawan Belanda dengan strategi perang gerilya yang kuat, memanfaatkan medan yang sulit di Jawa Tengah.

Perlawanan ini menimbulkan kerugian besar bagi pihak Belanda, baik dari segi militer maupun ekonomi.

Namun, kekuatan dan ketangguhan pasukan Belanda yang lebih besar secara bertahap berhasil membalikkan keadaan.

Pada akhir perang, pada tahun 1830, Pangeran Diponegoro ditangkap oleh Belanda melalui tipu muslihat dalam perundingan damai.

PANGERAN DIPONEGORO - Inilah inofrmasi sejarah terkait 28 Maret yaitu peristiwa penangkapan Pangeran Diponegoro dan diasikan Belanda.
PANGERAN DIPONEGORO - Inilah inofrmasi sejarah terkait 28 Maret yaitu peristiwa penangkapan Pangeran Diponegoro dan diasikan Belanda. (Canva.com)

Dia kemudian diasingkan ke Pulau Manado, Sulawesi Utara, dan kemudian dipindahkan ke Makassar, Sulawesi Selatan.

Meskipun ada janji aman dari Belanda, Pangeran Diponegoro akhirnya meninggal di penjara di Makassar pada tahun 1855, setelah lebih dari dua puluh lima tahun diasingkan.

Perang Diponegoro merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Indonesia yang menunjukkan perlawanan gigih terhadap penjajahan, serta mengilhami semangat nasionalisme dan perjuangan untuk meraih kemerdekaan.

Pangeran Diponegoro dianggap sebagai simbol perlawanan yang kokoh dan gigih terhadap penjajahan Belanda, dan pengaruh serta kontribusinya terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia tetap dihargai dan diingat hingga saat ini.

Mengapa Pangeran Diponegoro bisa tertangkap?

Dilansir dari Kompas dan mengutip buku dari Peter Carey yang berjudul Takdir: Riwayat Pangeran Diponegoro.

Perang Diponegoro pecah pada 20 Juli 1825 di Yogyakarta, yang kemudian meluas hampir ke seluruh Pulau Jawa karena banyak yang mendukung Pangeran Diponegoro.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved