Tribun Kaltim Hari Ini
Isi Waktu Selama Ramadhan, Warga Kota Tarakan Rela Kehujanan Nonton Parade Musik Sahur
Ribuan masyarakat tumpah ruah menyaksikan Parade Musik Sahur di Kota Tarakan, Sabtu (30/3/2024) malam.
Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Ribuan masyarakat tumpah ruah menyaksikan Parade Musik Sahur di Kota Tarakan, Sabtu (30/3/2024) malam.
Parade dimulai dari Stadion Datu Adil. Lalu, iring-iringan parade menuju Jalan RE Martadinata. Kemudian berlanjut menuju Jalan Jenderal Sudirman, kemudian masuk ke Jalan Yos Sudarso dan finish di Masjid Al-Maarif Kota Tarakan.
Meski sempat diguyur hujan dan penonton kehujanan tidak mengurangi antusiasme warga yang ingin menyaksikan parade tersebut.
Baca juga: Keseruan Parade Musik Sahur Ramadhan di Tarakan, Diguyur Hujan Penonton Tetap Antusias
Seorang warga Tarakan, Eka mengungkapkan ia sengaja datang bersama suaminya, Naswan dan anak-anaknya. Dia datang sekitar pukul 20.30 Wita.
"Seru saja sih. Karena kita kurang adanya hiburan. Jadi bedug sahur ini jadi tontonan seru-seruan," aku Eka.
Eka memulai start pukul 21.00 Wita. Di tengah hujan, banyak penonton menggunakan payung, beberapa warga juga terlihat berteduh di bangunan pinggir jalan.
"Jam 22.00 Wita baru muncul peserta. Kalau dibilang ramai, sebenarnya ramai tahun lalu pesertanya. Tapi penontonnya sepertinya ramai tahun ini," katanya.
Yang membuat ramai tahun ini karena hampir semua titik jalan dipenuhi warga. Dibanding tahun lalu rutenya hanya dari Jalan Mulawarman sampai Masjid Al-Maarif. "Jadi penonton lebih ramai tahun ini," tambahnya.
Baca juga: Resep Krengsengan Tahu Ati Ampela yang Jadi Andalan Menu Sahur, Dijamin Bikin Seisi Rumah Ketagihan
Dari sisi kreativitas sama seperti tahun lalu. Selain pejalan kaki ada mobil hias juga. Dia sendiri dapat informasi akan ada parade musik sahur.
"Sudah siap-siap jauh hari ingin nonton. Tips supaya tidak macet, datang lebih awal, rumah kami di Kampung Bugis jadi dekat saja. Belum macet banget itu," paparnya.
Dia menonton sampai pukul 00.30 Wita. "Nonton sampai selesai baru pulang. Kami setiap tahun pasti nonton. Dari anak pertama lahir. Sudah 18 tahun kami di Tarakan. Biasanya kami di Jalan Mulawarman stay tapi sekarang pilih di depan KFC karena bagus lokasinya," pungkasnya.
Sementara itu, Che Ageng, salah seorang inisiator kegiatan Parade Musik Sahur mengatakan kegiatan ini digelar untuk meramaikan bulan suci Ramadhan 1444 Hijriah. Tahun ini peserta 62 tim pejalan kaki. Satu grup terdiri 20 peserta. Selanjutnya setelah pejalan kaki ada arak-arakan parade mobil ada 60-an unit.
Peserta berasal dari seluruh perwakilan organisasi kemudian komunitas dan imam masjid yang ada di Kota Tarakan.
Baca juga: Lomba Musik Sahur, Semarak Ramadhan di Penajam Paser Utara
"Parade musik sahur ini, uniknya peserta disarankan menggunakan alat musik yang original, pakai daur ulang ada botol dan diharapkan muncul kreativitas anak-anak Tarakan dalam hal membangunkan sahur warga di bulan puasa," kata Che Ageng.
Alat musik bekas daur ulang ada ember bekas, kaleng, botol. "Kategorinya semua yang ikut umum, bisa dikalkulasikan ribuan peserta ikut. Pelajar ada, organisasi pemuda, komunitas, paguyuban dan irma masjid," jelasnya.
Rumah Mewah Ahmad Sahroni Dijarah Massa, Mobil Listrik Turut Dirusak |
![]() |
---|
Teriakan Keadilan Menggema di Pemakaman, Iring-iringan Ojol Antar Affan ke Peristirahatan Terakhir |
![]() |
---|
Fiskal Kaltim Dikebiri Pusat, Dana Bagi Hasil Terpangkas, Daerah Dipaksa Bertahan |
![]() |
---|
Presiden Prabowo Pasang Badan, Tegas Dukung Bahlil Lahadalia di Tengah Isu Munaslub Golkar |
![]() |
---|
Jangan Jual Murah Karbon Biru Kaltim, Wagub: Hasil Perdagangan Harus Kembali untuk Kemakmuran Warga |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.