Selasa, 19 Mei 2026

Tribun Kaltim Hari Ini

BPBD Samarinda Catat 42 Kali Kebakaran Hutan dan Lahan pada 28,16 Hektare

saat ini pihaknya terdapat dua unit mobil tangki, satu memang dimiliki BPBD Samarinda dan satunya pinjaman dari BPBD Provinsi Kaltim yang memang

Tayang:
Penulis: Martinus Wikan | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO
KEBAKARAN LAHAN HUTAN - Asap membumbung dari kawasan lahan di kawan Sungai Siring Jalan Poros Samarinda-Bontang, Kecamatan Samarinda Utara, Minggu (15/9/2019). Kebakaran diduga karena pembakaran lahan, areanya sekira 1 kilometer dari Bandara APT Pranoto, Kota Samarinda. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda mencatat sebanyak 42 kali Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan total luas 28,16 hektare tahun 2024 di Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur

Jumlah peristiwa tersebut terhitung pada tahun 2024 dimulai dari priode Januari hingga Maret saja, yang tersebar hampir seluruh kecamatan di Kota Tepian, terkecuali di Kecamatan Loa Janan Ilir dan Samarinda Seberang.

Demikian disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Samarinda, Edy Susanto kepada TribunKaltim.co di Samarinda

Bahwa Karhutla yang terjadi ini didominasi faktor diduga adanya aktivitas pembukaan lahan baru yang telah dilakukan.

"Sebagian besar penyebabnya itu karena sengaja dibakar untuk pembukaan lahan," ungkapnya pada Rabu (3/4/2024).

Baca juga: BPBD Catat 42 Kali Karhutla dengan Luas 28,16 Hektare Tahun 2024 di Samarinda, Berikut Rinciannya

Tidak hanya itu, Edy Susanto membeberkan, ada kawasan di Kota Tepian lada priode ini yang diduga terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang diakibatkan lantaran cuaca yang memang terik atau panas.

KEBAKARAN SAWIT KUKAR - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di area perkebunan kelapa sawit. Tepatnya di Desa Bukit Jering, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur pada Kamis (29/2/2024).
KEBAKARAN SAWIT KUKAR - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di area perkebunan kelapa sawit. Tepatnya di Desa Bukit Jering, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur pada Kamis (29/2/2024). (HO/BPBD Kukar)

"Cuaca beberapa waktu belakangan ini termasuk saat memasuki Bulan Ramadan banyak panas, itu juga salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya Karhutla," ucapnya.

Ia mengatakan dalam upaya melakukan pemadaman Karhutla yang telah terjadi tersebut tidak ada yang terlalu menghambat, hanya saja memang secara jumlah personil dan armada kini masih terbatas.

Mengingat, dulunya pernah ada peristiwa Karhutla di dua tempat, terpaksa pihak turun harus turun bergantian.

Baca juga: Kutai Kartanegara Dikepung 42 Titik Panas, Masyarakat Diimbau Waspadai Karhutla

Padahal sebenarnya, ketika mempunyai lebih maka bisa dilakukan penanganan secara bersamaan.

"Meskipun dengan berbagai tantangan kami siap untuk menghadapi kasus-kasus kebakaran hutan dan lahan," tegasnya.

Ia membeberkan saat ini pihaknya terdapat dua unit mobil tangki, satu memang dimiliki BPBD Samarinda dan satunya pinjaman dari BPBD Provinsi Kaltim yang memang dititipkan untuk membackup di Kota Tepian.

"Sedangkan alat-alat lain kita sudah lengkap tinggal mungkin jumlahnya aja yang ditambahin, seperti selang, baju tahan panas dan sebagainya," imbuhnya.

Dirinya pun menghimbau masyarakat, sebaiknya untuk pembukaan lahan sebaiknya jangan dilakukan dengan membakar.

Selain itu memang berbaha, ini juga menyebabkan gangguan bagi masyarakat yang lain.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved