Selasa, 19 Mei 2026

Tribun Kaltim Hari Ini

BPBD Samarinda Catat 42 Kali Kebakaran Hutan dan Lahan pada 28,16 Hektare

saat ini pihaknya terdapat dua unit mobil tangki, satu memang dimiliki BPBD Samarinda dan satunya pinjaman dari BPBD Provinsi Kaltim yang memang

Tayang:
Penulis: Martinus Wikan | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO
KEBAKARAN LAHAN HUTAN - Asap membumbung dari kawasan lahan di kawan Sungai Siring Jalan Poros Samarinda-Bontang, Kecamatan Samarinda Utara, Minggu (15/9/2019). Kebakaran diduga karena pembakaran lahan, areanya sekira 1 kilometer dari Bandara APT Pranoto, Kota Samarinda. 

"Biasanya asap Karhutla bisa menyebar kemana-mana, tapi akibat itu bisa menggangu ke perkamoubgan di sekitarnya. Jadi jangan buka lahan dengan membakar," pungkasnya.

Baca juga: Karhutla di Tarakan Kalimantan Utara, Butuh Berjam-jam untuk Padamkan Api

Sebelumnya, Fenomena super El Nino diwaspadai Provinsi Kalimantan Timur karena dapat berdampak negatif utamanya pada sektor pertanian. Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik menegaskan bahwa Bumi Etam masih waspada terhadap ancaman perubahan iklim dan fenomena super El Nino.

Pemerintah Provinsi Kaltim juga bersiap dan telah melakukan rapat koordinasi untuk menyiapkan cara-cara penanganan serta pencegahan dampak super El Nino. Super El Nino sudah melanda tujuh daerah di Indonesia dan berpotensi menimbulkan kemarau panjang, gagal panen, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), bahkan sebaran penyakit.

Ia mengungkapkan, meski Kaltim telah mulai mengalami hujan, namun hal ini belum maksimal, sehingga perlu tetap waspada dan berkoordinasi dengan stakeholder terkait.

"Kita bersyukur, Kaltim telah turun hujan walaupun tidak maksimal, sehingga dapat mengurangi dampak dari kerawanan karhutla. Hal ini penting agar kita bisa melakukan antisipasi dan langkah-langkah penanganan fenomena dan dampak super El Nino," jelasnya, Senin (6/11/2023).

Baca juga: Tersangka Isi BBM Berulang-ulang di Kutai Barat, Dugaan Penyebab SPBU Barong Tongkok Terbakar

Akmal Malik menegaskan, bahwa menjaga kelancaran distribusi kebutuhan pokok masyarakat serta mengantisipasi lonjakan harga yang dapat menyebabkan inflasi penting dilakukan.

Tentunya, ia mendorong kerja sama antar daerah untuk memenuhi kebutuhan komoditas pangan strategis dan mengoptimalkan peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

"Jadi perlu dilakukan kerjasama antar daerah meliputi komoditas pangan strategis," ujarnya.

Selain itu, sambung Akmal Malik, setiap item komoditas dikaji oleh setiap daerah, dimana daerah yang kekurangan komoditas bisa mengambil dari daerah yang surplus komoditas pangan.

"Perlu juga mendorong peran dan kerjasama lintas sektor, juga mengoptimalkan kerja TPID," pungkasnya.

Ilustrasi Kebakaran Hutan dan Lahan atau Karhutla di Kalimantan Timur.
Ilustrasi Kebakaran Hutan dan Lahan atau Karhutla di Kalimantan Timur. (TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL)

Data Kasus Karhutla 2024

-Total kejadian 42 kali
-Total luas kebakaran 28,16 hektare
-Samarinda Kota : 2 kali, kurang lebih 900 meter
-Samarinda Utara : 6 kali, kurang lebih 23,000 meter
-Samarinda Ulu : 2 kali, kurang lebih 3,600 meter
-Sungai Kunjang : 3 kali, kurang lebih 1.100 meter
-Sungai Pinang : 6 kali, kurang lebih 50.400 meter
-Samarinda Ilir : 2 kali, kurang lebih 900 meret
-Sambutan : 15 kali, kurang lebih 163.000 meter
-Palaran : 5 kali, kurang lebih 2.500 meter
-Loa Janan Ilir : 0 (Tidak ada)
-Samarinda Seberang : 0 (Tidak ada).

SUMBER: BPBD Samarinda 2024

(TribunKaltim.co/Muhammad Riduan dan M Fairus)

 

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Kaltim dan Google News Tribun Kaltim untuk pembaruan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

 

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved