Minggu, 3 Mei 2026

Berita Berau Terkini

Dinas Pangan Berau Gelar 19 Kali Pasar Murah, 42,25 Ton Beras Ludes Terjual

Dinas Pangan Berau menggelar pasar murah sebanyak 19 kali, 42,25 ton beras terjual.

Tayang:
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Diah Anggraeni
TribunKaltim.co/Renata Andini Pangesti
Salah satu pelaksanaan pasar murah yang digelar Dinas Pangan Berau.  

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Dinas Pangan Berau telah melaksanakan gerakan pasar murah sebanyak 19 kali sejak awal tahun 2014 ini.

Tercatat ada sebanyak 42,25 ton beras yang terjual selama periode Februari hingga April 2024. 

Kepala Dinas Pangan Berau, Rakhmadi Pasarakan menyampaikan, kegiatan itu dilakukan untuk stabilisasi harga menjelang hari besar keagamaan, yakni Lebaran 2024.

Pasalnya, kebutuhan masyarakat terkait bahan-bahan pokok biasanya akan meningkat menjelang hari besar keagamaan.

Baca juga: Pastikan Sayur dan Buah di Pasaran Layak Konsumsi, Dinas Pangan Berau Rutin Lakukan Uji Rapid 

Selain itu, juga untuk menekan angka inflasi daerah. 

“Gerakan pasar murah itu telah dilakukan sejak Februari-April yang lalu. Dan dalam waktu dekat belum ada rencana pasar murah, karena kondisi di lapangan masih cukup stabil,” jelasnya. 

Adapun rincian gerakan pasar murah pada Februari sebanyak 6 kali dan berhasil menjual beras sebanyak 8 ton, gula 1,05 ton dan minyak goreng sebanyak 924 botol.

Selanjutnya pada Maret dilakukan sebanyak 12 kali dengan menjual beras 28,25 ton, gula 2,75 ton dan minyak goreng sebanyak 1.882 botol. 

“Bulan Maret menjadi penjualan terbanyak selama pasar murah. Karena bertepatan dengan Ramadan dan pembelian bapok masyarakat terjadi peningkatan,” jelasnya. 

Dinas Pangan terakhir mengadakan gerakan pasar murah pada awal April selama tiga hari, tepatnya pada minggu terakhir sebelum Lebaran.

Disebutnya, beras yang terjual pada saat itu sebanyak 6 ton, gula 0,6 ton, dan minyak goreng sebanyak 360 botol. 

Baca juga: Toko Tani Belum Juga Beroperasi, Dinas Pangan Berau Wacanakan Buka Gerai Serupa


Jika ditotal, bapok yang terjual selama tiga bulan terakhir yakni 42,25 ton beras, 4,4 ton gula, dan minyak goreng sebanyak 3.166 botol. 

“Kalau dibanding Natal dan tahun baru, penjualan memang lebih banyak saat periode Ramadan karena kebutuhan pada bulan puasa dan Lebaran lebih banyak,” terangnya. 

Harga yang ditawarkan saat pasar murah cenderung lebih murah dibanding harga pasaran.

Oleh karenanya, kegiatan itu diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan mereka.

Apalagi, saat ini beras sudah mulai turun, sehingga menurutnya harga sudah direlaksasi karena sudah musim panen.

Sebagian komoditas pun sudah mencapai titik stabil meskipun ada beberapa komoditas yang masih tinggi harganya. (*)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Kaltim dan Google News Tribun Kaltim untuk pembaruan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved