Minggu, 26 April 2026

Berita Nasional Terkini

Terjawab Efek Samping Langka yang Ditimbulkan Vaksin Covid-19 AstraZeneca, Terungkap di Pengadilan

AstraZeneca merupakan salah satu perusahaan pembuat vaksin Covid-19, yang banyak digunakan di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia.

TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
AstraZeneca, salah satu vaksin Covid-19 yang digunakan masyarakat Indonesia. Terbaru, Efek samping dari penggunaan vaksin Covid-19 akhirnya diakui oleh AstraZeneca. 

"Waktu vaksin dikeluarkan sudah ada uji keselamatan pada manusia, sehingga disetujui untuk digunakan," ujarnya, saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (30/4/2024).

Nadia mengungkapkan, efek samping vaksin ini bisa saja terjadi pada orang yang rentan atau memiliki risiko kesehatan, seperti memiliki riwayat penyakit lain.

Namun, dia menegaskan, manfaat penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca jauh lebih besar daripada efek sampingnya.

Bersama jenis vaksin lainnya, vaksin AstraZeneca juga dinilai membantu menyelamatkan nyawa dan mengurangi risiko sakit yang lebih berat karena infeksi virus corona.

"Kasus yang efek samping sangat kecil dan jarang, sehingga tentunya aspek manfaat yang lebih besar itu yang diutamakan," ujarnya.

Kilas Balik Perjalanan Covid-19 di Dunia

China melaporkan kasus Covid-19 pertama di dunia pada 31 Desember 2019.

Baca juga: Perbandingan Efektivitas Vaksin Booster Pfizer, AstraZeneca, dan Moderna untuk Tangkal Virus Corona

Ini menjadi awal dari serangkaian salah satu krisis global paling parah.

Bukan hanya sistem kesehatan, ekonomi dan berbagai sektor juga ikut tumbang akibat pandemi Covid-19 ini.

Temuan wabah mematikan itu bermula ketika kantor Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di China menerima informasi mengenai penyakit sejenis pneumonia yang tidak diketahui penyebabnya di Kota Wuhan, Provinsi Hubei.

Menurut otoritas setempat, beberapa pasien terkonfirmasi Covid-19 adalah pedagang yang berjualan di Pasar Ikan Huanan.

Pada saat itu, pasien mengeluhkan gejala berupa demam, kesulitan bernapas, dan munculnya lesi di kedua paru-paru.

"Berdasarkan informasi awal dari tim investigasi China, tidak ada bukti penularan yang signifikan dari manusia ke manusia dan tidak ada infeksi pada petugas kesehatan yang dilaporkan," tulis WHO.

Meski pertama kali dilaporkan pada 31 Desember 2019, kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di China sebenarnya terjadi sejak 8 Desember 2019.

Berdasarkan keterangan dokter China di RS Jin Yin-tan, Wuhan, infeksi pertama Covid-19 bahkan sudah terjadi pada 1 Desember 2019.

Baca juga: Daftar Efek Samping Vaksin Covid-19 Booster, dari Pfizer, Moderna, Sinovac hingga AstraZeneca

Hal tersebut diketahui dari laporan yang dipublikasikan dalam jurnal medis The Lancet.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved