Jumat, 10 April 2026

Berita Balikpapan Terkini

Rahmad Mas'ud Paparkan Program Ketenagakerjaan dan UMK dalam Momen Hari Buruh di Balikpapan Kaltim

Pada momen peringatan Hari Buruh atau May Day yang jatuh setiap 1 Mei, Pemerintah Kota Balikpapan menerima audiensi dari Forum Serikat Pekerja.

|
Penulis: Zainul | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL
HARI BURUH BALIKPAPAN - Walikota Balikpapan, Rahmad Masud menjelaskan beberapa program pemerintah kota Balikpapan kepada para aliansi yang tergabung dalam serikat pekerja di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada Rabu (1/5/2024). Kini Pemkot Balikpapan telah membentuk Tim Koordinasi Daerah Vokasi yang akan memfasilitasi pengisian SDM perusahaan melalui mekanisme magang, baik magang pendidikan maupun magang bagi pencari kerja pemula. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pada momen peringatan Hari Buruh atau May Day yang jatuh setiap 1 Mei, Pemerintah Kota Balikpapan menerima audiensi dari Forum Serikat Pekerja Balikpapan di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur

Rombongan audiensi Hari Buruh tersebut langsung diterima oleh Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot.

Walikota Rahmad Masud menyampaikan beberapa hal yang dibahas oleh pihak Forum Serikat Pekerja Balikpapan, salah satunya adalah mengenai penempatan tenaga kerja lokal.

"Untuk ini Pemkot sudah membentuk Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV). Tim ini diketuai oleh Sekda, Sekretariat di Bapeddalitbang dengan anggota dari unsur pendidikan, ketenagakerjaan, dunia usaha,” kata Rahmad Masud.

Baca juga: Demo Hari Buruh di Balikpapan Kaltim, Tuntut Revisi dan Penegakan Regulasi Ketenagakerjaan

Walikota Rahmad Masud juga menambahkan bahwa Pemkot Balikpapan telah membentuk Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV) yang akan memfasilitasi pengisian SDM perusahaan melalui mekanisme magang, baik magang pendidikan maupun magang bagi pencari kerja pemula.

"Minggu kedua bulan Mei 2024 akan dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Wali Kota, Ketua Tim TKDV Provinsi, dan perusahaan yang telah menjalani penjajakan oleh Tim TKDV," tambahnya.

DEMO HARI BURUH - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Balikpapan Bersuara menggelar aksi damai di depan gedung DPRD Balikpapan, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Rabu (1/5/2024). Menuntut tindak tegas perusahaan yang tidak terdaftar di Disnaker Kota Balikpapan dan segera revisi PP nomor 51 tahun 2023 tentang pengupahan.
DEMO HARI BURUH - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Balikpapan Bersuara menggelar aksi damai di depan gedung DPRD Balikpapan, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Rabu (1/5/2024). Menuntut tindak tegas perusahaan yang tidak terdaftar di Disnaker Kota Balikpapan dan segera revisi PP nomor 51 tahun 2023 tentang pengupahan. (TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL)

Sementara itu, terkait penanganan permasalahan pada subkontraktor RDMP, Disnaker Kota Balikpapan yang menjadi tuntutan aliansi buruh, Walikota mengatakan bahwa saat ini pihaknya terus berupaya melakukan pembinaan dan memfasilitasi mediasi.

Sedangkan penetapan Upah Minimum Kota (UMK), Rahmad menjelaskan bahwa hal tersebut menjadi kewenangan Gubernur, namun Kota Balikpapan memiliki kewenangan untuk mengusulkan.

Baca juga: 9 Lokasi Terlarang Penjemputan Penumpang Transportasi Online Balikpapan, Inilah Reaksi Pegiat Gojek

Pemkot juga fokus pada pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui optimalisasi peran Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan serta peningkatan kompetensi SDM lokal.

"Untuk pelanggaran yang sifatnya normatif saat ini sudah ditangani oleh Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi," ungkapnya.

Permasalahan Bagi Warga Lokal

Ketua Forum Serikat Pekerja Balikpapan, Mugianto mengakui dinamika pertumbuhan Kota Balikpapan yang meningkatkan penyerapan tenaga kerja namun juga menimbulkan permasalahan bagi penduduk lokal.

"Dengan adanya itu bisa menyerap tenaga kerja yang banyak bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun justru banyak menimbulkan permasalahan dan justru merugikan penduduk lokal,” ujarnya.

Solidaritas dan kompetensi pekerja buruh menjadi fokus dalam tema May Day 2024, dengan berbagai petisi yang mengadvokasi pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal.

Baca juga: Momen May Day 2024, Buruh di Balikpapan Kaltim Mengadu ke DPRD, Masih Ada yang Belum Dapat THR

Juga kolaborasi dengan perusahaan swasta melalui program CSR, serta prioritas pelatihan bagi tenaga kerja dari keluarga tidak mampu.

(*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved