Berita Nasional Terkini
Ternyata Warga Solo Tolak Program Makan Siang Gratis, Gibran Sebut Tak Boleh Beri Stigma Stunting
Ternyata warga Solo tolak program Makan Siang Gratis, Gibran Rakabuming sebut tak boleh beri stigma stunting
TRIBUNKALTIM.CO - Program Makan Siang Gratis di Solo mendapat penolakan dari warga.
Pasalnya, warga enggan anak mereka dicap stunting.
Hal ini pun menuai reaksi dari Walikota Solo Gibran Rakabuming.
Terlebih, Gibran yang kini menjadi Wapres Terpilih bersama Prabowo Subianto menjadikan makan gratis sebagai program andalan.
Gibran Rakabuming Raka meminta warga Solo tidak menolak program makan gratis.
Baca juga: Terjawab Alasan 3 Tokoh Tolak Jabatan Jadi Menteri Prabowo, Tak Sanggup Temani Presiden Setiap Saat
Baca juga: Terjawab Sudah Sikap Jokowi Saat Tahu Tak Diundang PDIP, Singgung Lama Akrab dengan Puan Maharani
Program makan gratis ini akan segera diperluas menggunakan dana hibah Uni Emirat Arab (UEA).
Permintaan ini menyusul kabar adanya penolakan dari orang tua yang tidak terima anaknya dicap stunting.
“Ya intinya bapak ibu, orang tua, kita kan pengen yang namanya kasus stunting, gizi kurang ini bisa terselesaikan.
Bukannya kita memvonis ini stunting,” jelasnya saat ditemui di Loske Cafe, Senin (20/5/2024).
Mengkategorikan anak berisiko stunting didasarkan pada sejumlah data hasil pemantauan selama jangka waktu tertentu.
Kondisi ini bukan merupakan aib melainkan hal yang perlu segera ditangani.
“Kita kan ada metodenya, anaknya kita timbang, tinggi badan kita ukur dan lain-lain,” terangnya.
Ia meminta warga bisa kooperatif dalam penanganan stunting sehingga Kota Solo mengnolkan angka stunting.
“Intinya kita pengen menyelesaikan itu semua. Ya mohon kerja samanya supaya bener-bener solo ini bisa zero stunting,” tuturnya.
Menurutnya, penanganan stunting tidak hanya sekadar pemenuhan gizi.
Baca juga: Survei Elektabilitas Terbaru Pilkada Cimahi 2024, Pengusaha, Sekda dan Mantan Walikota Bersaing
Baca juga: PKS Tak Bisa Bayangkan Anies vs Sudirman Said di Pilkada Jakarta, Mardani Jawab Siapa yang Mengalah
| Nobar Pesta Babi Banyak Dibubarkan, Dandhy Laksono Merasa Terhormat Filmnya Diterima Warga di Papua |
|
|---|
| Kata TNI Soal Film Pesta Babi: Tidak Melalui Proses Sensor, Tak Berimbang dan Singgung Kondisi Papua |
|
|---|
| Jokowi Dulu Bukanlah yang Sekarang, 'Jokowi Effect' Bumerang Bagi PSI? |
|
|---|
| Jokowi Bakal Keliling Indonesia, Pengamat sebut Ambisi dan Agenda Selamatkan PSI |
|
|---|
| Tiket Pesawat Domestik Berpotensi Naik, Kemenhub Resmi Naikkan Fuel Surcharge Jadi 50 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240503_Gibran-Rakabuming-12.jpg)