Jumat, 8 Mei 2026

Berita Mahulu Terkini

Pasca Banjir, Masyarakat Mahakam Ulu Kalimantan Timur Keluhkan Kelangkaan BBM

Terjadi kelangkaan BBM di Kabupaten Mahakam Ulu pasca banjir besar melanda selama beberapa hari.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Kristiani Tandi Rani | Editor: Diah Anggraeni
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO
Ilustrasi. Terjadi kelangkaan BBM di Mahulu sejak terjadinya banjir besar beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG - Masyarakat di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mengeluhkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).

Kelangkaan itu terjadi pasca banjir melanda daerah kabupaten paling hulu di Kalimantan Timur (Kaltim) ini

Salah seorang pengendara, Doni mengaku bahw dirinya kesulitan mencari BBM pasca daerah itu lumpuh diterjang banjir sejak Senin (13/5/2024) lalu.

“Iya, sulit mencari minyak (BBM) sejak banjir kemarin," katanya, Selasa (28/5/2024).

Baca juga: Isu Adanya Seragam Baru, Begini Tanggapan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Long Bagun Mahulu Kaltim

Humas Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Arya Yusa Dwicandra mengatakan, terdapat sejumlah empat SPBU alias pompa bensin terpaksa tutup.

Hal itu terjadi di tiga Kecamatan di Mahulu yaitu Long Bangun, Long Pahangai dan di Kecamatan Paling ujung yakni Long Apari.

Ia menyebut hal itu terjadi karena jaringan PLN bermasalah dan beberapa genset SPBU terendam air.

“Itu karena ada yang tak ada listrik, sebab listrik PLN juga jaringan distribusinya terkena banjir. Sementara genset SPBU-nya juga terendam air," ujarnya.

Tak hanya itu, penyebab lainnya adalah gudang penyimpanan BBM yang terhalang air.

Salah satu SPBU yang terendam air akibat banjir yakni SPBU 66.757.008 di Long Bagun.

“SPBU inilah yang gudangnya terhalang banjir. Setelah air surut baru bisa melayani penjualan kembali,” lanjutnya.

Baca juga: SMA Negeri 1 Long Bagun Mahulu Kaltim Siap Terapkan Kurikulum Merdeka

Kemudian SPBU 66.757.007 Long Bagun berhenti operasi sementara karena tak ada listrik untuk menjalankan pompa-pompa.

Mesin listrik SPBU juga mengalami kerusakan.

Sedangkan 2 SPBU lainnya masing-masing SPBU 66.757.001 Long Apari dan SPBU 66.757.008 Long Pahangai hingga 18 Mei lalu belum bisa mendapat pasokan.

Pasalnya, pengiriman dari Long Bagun menggunakan perahu long boat masih terlalu berbahaya lantaran arus sungai Mahakam masih sangat deras.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved