Berita Kaltim Terkini
Pama Baya Ikut Tekan Angka Stunting dengan Program Promotif, Preventif
PT Pamapersada Nusantara Site BAYA (Pama Baya) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) merancang berbagai program cegah statunting
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- PT Pamapersada Nusantara Site BAYA (Pama Baya) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) merancang berbagai program untuk mencegah dan menangani kasus stunting di sekitar operasional perusahaan.
Program bersifat promotif, preventif, hingga kuratif dijalankan dengan menggandeng berbagai pihak.
Diantaranya Puskesmas Separi III dan pemerintah desa di sekitar operasional Perusahaan.
Stunting merupakan hal yang menjadi perhatian nasional akhir-akhir ini.
Hal yang menjadi perhatian adalah kondisi ini dapat mempengaruhi perkembangan kognitif yang dapat mempengaruhi kecerdasan dan produktivitas di masa depan.
Baca juga: Kasus Stunting di Kaltim Hanya Turun 1 Persen, Akmal Malik Kecewa, Tuding Belum Kolaboratif
Baca juga: Pj Gubernur Kecewa, Angka Stunting Kaltim Hanya Turun 1 Persen, Akmal Malik: Penanganan Belum Tepat
Project Manager PAMA BAYA, Fedo Ferdiansyah melalui Corporate Social Responsibility Officer, Ghani Rasyid Ning mengungkapkanpenanganan stunting perlu keterlibatan lintas sektor dan tidak bisa ditangani oleh salah satu unsur saja.
“Perlu adanya kolaborasi dari Puskesmas Separi III, para kader posyandu, pemerintah desa, hingga orang tua balita untuk bisa mengatasi stunting ini dengan baik,” kata Ghani, Senin (3/6/2024).
Salah satu program yang sedang berjalan saat ini yaitu program kuratif dengan pemberian makanan bergizi dengan protein lokal dan pemberian suplemen zat besi.
Hal ini dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan balita yang masuk dalam kategori stunting.
“Program ini dilakukan kepada 31 (tiga puluh satu) anak yang masuk dalam kategori stunting selama 1 bulan penuh dengan pendampingan dari para kader posyandu, Puskesmas, dan pemerintah desa yang diharapkan dapat mengurangi angka stunting di sekitar operasional Perusahaan,” jelas Ghani.
Sementara itu, Kepala Desa Suka Maju, Kuswara, yang juga salah satu Kepala Desa di wilayah operasional Pama Baya menyampaikan apresiasi terkait program yang dijalankan di desanya tersebut.
“Tentu kami berterima kasih kepada Pama Baya yang telah menginisiasi program ini untuk anak-anak kami yang merupakan generasi masa depan Desa Suka Maju,” ujarnya.
Baca juga: 11,8 Persen Jadi Target Pemkab Paser Turunkan Angka Stunting Hingga Tahun 2025
Kuswara berharap adanya program ini bisa menurunkan angka stunting di desanya.
“Sekaligus menjadi pengingat bagi para orang tua balita untuk meningkatkan kesadaran pola asuh anak agar tumbuh dengan baik,” pungkasnya. (*)
Ikuti berita populer lainnya di Google News Tribun Kaltim.
Ikuti berita populer lainnya di saluran WhatsApp Tribun Kaltim.
Pengamat Ekonomi Samarinda Sebut Pemangkasan TKD Kaltim Lebih Parah dari Wabah Covid |
![]() |
---|
Anggota DPR RI Prihatin soal Pemangkasan Dana Transfer: Mestinya Kaltim Dapat Ruang Istimewa |
![]() |
---|
Pemprov Kaltim Minta CSR Batubara Jadi Rp10 Ribu Per Ton, Syafruddin: Tunggu Perubahan Regulasi |
![]() |
---|
Tak Hanya Donna Faroek dan Rudy Ong dalam Korupsi Izin IUP Tambang, Eks Kadistamben Kaltim Terseret |
![]() |
---|
Top 5 Daerah dengan Persentase Perokok Usia 15-24 Tahun Terbanyak di Kaltim |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.