Berita Berau Terkini
Bangun Jalur Tracking Danau Nyadeng di Berau akan Pakai DBH-DR Rp1 Miliar
Jalur tracking sepanjang 900 meter menuju objek wisata Danau Nyadeng di Kampung Merabu Kecamatan Kelay telah dibangun oleh Disbudpar Berau
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Jalur tracking sepanjang 900 meter menuju objek wisata Danau Nyadeng di Kampung Merabu Kecamatan Kelay telah dibangun oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau.
Menggunakan Dana Bagi Hasil dan Dana Reboisasi (DBH-DR) sekitar Rp 1 miliar.
Bupati Berau Sri Juniarsih menyampaikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau juga menambahkan bantuan berupa 2 unit perahu, 10 pelampung, 6 tali pengaman dan gempling 4 unit khusus untuk objek wisata Danau Nyadeng.
Pariwisata di Kampung Merabu dinilai sangat potensial. Jika dikelola dengan baik dengan tangan profesional tentu akan memengaruhi peningkatan perekonomian masyarakat.
Kepala kampung diminta aktif berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengembangkan potensi wisata Merabu.
Baca juga: Bupati Sri Juniarsih Apresiasi Pulau Derawan Berau Masuk 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia
Baca juga: Bupati Sri Juniarsih Serahkan 661 Sertifikat Tanah Masyarakat Maluang di Berau Kaltim
"Kita harus memaksimalkan semua fasilitas yang dapat mendukun potensi itu. Sehingga tamu yang datang bisa merasa nyaman dan ada keinginan untuk kembali," terangnya kepada Tribunkaltim.co, Kamis (6/6/2024).
Sri Juniarsih juga mendorong pihak ketiga juga dapat memberikan bantuan untuk Kampung Merabu melalui CSR. Untuk mendukung perangkat kampung menciptakan kenyamanan dan kepuasan wisatawan.
Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir menambahkan, daya tarik wisata unggulan di Danau Nyadeng perlu didukung dengan penbangunan jalur tracking.
Pembangunan jalur tersebut telah selesai akhir tahun lalu. Memakan anggaran sekitar Rp 1 miliar dengan jalur tracking sepanjang 900 meter.
Apalagi jika ingin menuju Danau Nyadeng, perlu melewati sungai menggunakan perahu, makanya bantuan perahu masuk dalam bantuan yang diberikan.
Ketika banyak orang tahu di Kampung Merabu banyak pariwisatanya, pastinya banyak orang yang ingin berkunjung.
"Sebelumnya tidak ada jalur tracking, jadi untuk mencapai kesana cukup sulit. Melihat ini potensi yang bagus, tapi jalan menuju kesana sulit, maka sangat cocok jika dibangun jalur tracking untuk memudahkan wisatawan," jelasnya.
Dengan fasilitas itu, diakuinya kunjungan kesana semakin bertambah. Tidak hanya domestik, tapi juga mancanegara.
Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Merabu dinilai cukup bagus, mereka juga telah memiliki kas Pokdarwis. Dibeberkannya juga, masyarakat punya keinginan kuat belajar bahasa Inggris. Sebagai persiapan untuk memandu wisatawan mancanegara.
"Kerjasama mereka dan kolaborasi dengan pihak ketiga sangat bagus, termasuk dengan NGO. Akhirnya, Merabu memiliki produk khas madu hutan sebagai Ekonomi Kreatif (Ekraf)-nya," paparnya.
| Puluhan Orang di Berau Gali Ilmu Barista, Asah Keterampilan untuk Tekuni Wirausaha |
|
|---|
| Berau Susun RAPBD 2027 Rp2,46 T, PAD Masih Jauh di Bawah Transfer |
|
|---|
| DPRD Berau Dorong Perda Masyarakat Adat dan Penataan Ruang, Target Selesai Tahun Ini |
|
|---|
| Pencairan Dana Desa Berau Terhambat, Kampung Prioritaskan Gaji dan BLT |
|
|---|
| Jelang Porprov 2026, DPRD Berau Tekankan Kesiapan Atlet dan Fasilitas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240606-Bupati-Berau-Sri-Juniarsih.jpg)