Jumat, 12 Juni 2026

Pilkada 2024

Pilkada 2024 Ketua MUI Kaltim Harap Masyarakat Pilih Pemimpin Berdasar Pengamatan Objektif

Momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024 menjadi pengingat masyarakat agar memilih pemimpin berdasar pengamatan yang objektif.

Tayang:
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
PILKADA 2024 – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim, KH Muhammad Rasyid menegaskan bahwa memilih pemimpin merupakan suatu kewajiban bagi masyarakat dan umat islam, bahkan ada fatwa haram ketika memilih menjadi golput (golongan putih). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024 menjadi pengingat masyarakat agar memilih pemimpin berdasar pengamatan yang objektif.

Hal tersebut disampaikan, Ketua Majelis Ulama Indonesia atau MUI Kaltim, KH Muhammad Rasyid bahwa ditegaskannya memilih pemimpin itu merupakan suatu kewajiban bagi masyarakat.

“Kewajiban harus didasari dengan satu pengamatan yang konkrit dan objektif, sehingga kita bisa memilih pemimpin,” tegasnya, Kamis (6/6/2024).

Baca juga: Pesan Ketua MUI Kaltim KH Muhammad Rasyid Jelang Pemilu 2024: Lihat Secara Objektif


Lebih lanjut dijelaskan, Dalam fatwa yang dikeluarkan pada Ijtima Ulama II se-Indonesia pada 2009 menegaskan, memilih pemimpin dalam Islam adalah kewajiban untuk menegakkan imamah (kepemimpinan) dan imarah (pemerintahan) dalam kehidupan bersama.

Fatwa yang dimaksud adalah hasil keputusan Ijtima' Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia tentang Masa'il Asasiyah Wathaniyah atau masalah strategis kebangsaan.

Fatwa tersebut ditetapkan pada 26 Januari 2009 dengan judul Penggunaan Hak Pilih dalam Pemilihan Umum.

“Kenapa harus dipilih pemimpin itu? Karena nantinya kita wajib menaatinya, jadi kita tidak boleh sembarang memilih, hanya persoalannya sudut pandang masyarakat berbeda, sehingga pilihannya macam–macam, terserah (terkait hak pilih),” jelas K.H. Muhammad Rasyid.

“Cuman kita hanya meminta kepada Allah SWT, mudah–mudahan terpilih yang terbaik dan yang terpilih mendapat suara terbanyak, setelah terpilih kita wajib taat,” sambungnya.

Baca juga: Pesan Ketua MUI Kaltim KH Muhammad Rasyid di Ramadhan 2023, Tetap Tasamuh Bertoleransi


MUI sendiri sudah menetapkan hukum haram bagi umat Islam yang memilih golongan putih alias golput saat Pemilihan Umum.

Untuk itu, MUI mengimbau kepada masyarakat menggunakan hak pilihnya.

Adapun isi lengkap fatwa hasil keputusan Ijtima' Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia tentang Masa'il Asasiyah Wathaniyah atau masalah strategis kebangsaan, diantaranya;

Pertama, pemilihan umum dalam pandangan Islam adalah upaya untuk memilih pemimpin atau wakil yang memenuhi syarat-syarat ideal bagi terwujudnya cita-cita bersama sesuai dengan aspirasi umat dan kepentingan bangsa.

Kedua, memilih pemimpin (nashbu al imam) dalam Islam adalah kewajiban untuk menegakkan imamah dan imarah dalam kehidupan bersama.

Baca juga: Cerita MUI Kaltim soal Produk Tidak Halal Dibungkus Kemasan Label Halal


Kemudian Ketiga, imamah dan imarah dalam Islam menghajatkan syarat-syarat sesuai dengan ketentuan agama agar terwujud kemaslahatan dalam masyarakat.

Memilih pemimpin yang beriman dan bertakwa, jujur (siddiq), terpercaya (amanah), aktif dan aspiratif (tabligh), mempunyai kemampuan (fathonah), dan memperjuangkan kepentingan umat Islam hukumnya adalah wajib.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved