Tribun Kaltim Hari Ini
Cerita Tradisi Jemur Daun Pisang Masyarakat Bugis Samarinda Seberang Saat Idul Adha
Warga suku Bugis di kawasan Kelurahan Masjid terlihat sibuk mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk menyambut Idul Adha
Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Semarak Idul Adha terasa di Samarinda Seberang, Kalimantan Timur. Warga suku Bugis di kawasan Kelurahan Masjid terlihat sibuk mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk menyambut Idul Adha.
Salah satu tradisi yang tak boleh terlewatkan adalah menjemur daun pisang untuk membuat buras, makanan khas Bugis yang terbuat dari beras dan santan yang dimasak di dalam bungkusan daun pisang.
Di bawah terik matahari pagi, sejumlah ibu terlihat sibuk menjemur daun pisang di pekarangan rumah mereka. Daun pisang yang telah dicuci bersih dibentangkan di atas tali jemuran. Daun pisan dibiarkan terkena sinar matahari hingga kering sempurna.
Baca juga: Kisah Sedih Aminah, Penjual Buras di Sangatta Kutim Gara-gara LPG Langka, Rugi Pesanan Banyak Batal
"Daun pisang yang kering ini nanti untuk membuat buras," ujar Ernawati (45), salah satu warga di Gang Makassar Kelurahan Gang Masjid, Samarinda Seberang, Minggu (16/6/2024).
Proses menjemur daun pisang membutuhkan waktu sekitar 2-3 hari tergantung pada cuaca. Daun pisang yang sudah kering kemudian dicuci dan dipotong sesuai dengan ukuran yang diinginkan.
"Biasanya kami jemur daun jauh-jauh hari sebelum lebaran. Supaya kering," ujarnya.
Daun pisang yang kering akan memberikan aroma khas pada buras. Sehingga membuat teksturnya menjadi lebih kenyal. Setelah dipotong, warga bersiap membuat buras.
Dalam membuatnya, membutuhkan ketelatenan dan kesabaran. Beras harus dicuci bersih sebelum dimasak. Santan pun harus dimasak dengan api kecil hingga mendidih dan mengeluarkan aroma yang harum.
Baca juga: Jelang Lebaran Idul Futri 2023, Penjual Buras di Paser Banjir Orderan
“Baru masukkan berasnya ke santan, kasih garam sedikit diaduk sampai kering,” jelas Ernawati. Setelah siap, adonan buras dimasukkan ke dalam daun pisang yang telah kering.
Daun pisang kemudian dilipat dan diikat dengan tali rafia. Buras pun siap dimasak dengan cara dikukus selama kurang lebih 3-4 jam.
Buras biasanya disajikan bersama dengan daging kurban dan berbagai lauk pauk lainnya. Rasanya yang gurih dan legit membuat buras menjadi salah satu makanan favorit di kalangan masyarakat Bugis.
"Wajib ini, tidak lebaran rasanya kalau buras tidak ada," sambung Wiwi (47), tetangga Ernawati.
Tradisi menjemur daun pisang untuk buras ini tak hanya menjadi bagian dari persiapan Idul Adha, tetapi juga menjadi momen kebersamaan bagi masyarakat Bugis. Para ibu dan anak-anak perempuan berkumpul bersama untuk menjemur daun pisang sambil bercanda dan bercengkrama.
Menjemur daun pisang untuk buras bukan hanya sekedar menyiapkan hidangan untuk Idul Adha. Tetapi juga menjadi cara untuk menjaga dan melestarikan tradisi leluhur.
"Kadang kalau banyak anak-anak main suka jahil, hambur daun yang kita jemur, kita titip tetangga minta dijaga kalau kita ndak lihat," tutur Ayu. (sintya alfatika sari)
| Kejagung Tetapkan Hery Susanto Tersangka Dugaan Korupsi Suap Nikel, Jejak Kasus Ketua Ombudsman RI |
|
|---|
| Polemik Pengalihan Kepesertaan JKN dari Provinsi ke Kab/Kota, Wali Kota Samarinda Minta Ditunda |
|
|---|
| Surat Pemprov Kaltim yang Minta Kabupaten/Kota Ambil Alih Pembiayaan BPJS PBI Dianggap Terlambat |
|
|---|
| Pedagang di Kaltim Terhimpit Harga Plastik, Lonjakan Harga Bahan Kemasan Menekan Laba |
|
|---|
| Antrean SPBU di Wilayah Kaltim Masih Terkendali, Isu Kenaikan BBM Picu Panic Buying |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/JEMUR-DAUN-PISANG.jpg)