Jumat, 17 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Dishub Samarinda Siapkan 50 Barrier Tambahan, Urai Kemacetan di Jalan KH Samanhudi

Jalan KH Samanhudi, merupakan jalan yang baru saja diresmikan sejak Februari 2024 lalu

TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI
Barrier yang terpasang di depan SPBU Jalan Gatot Subroto Samarinda.TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Jalan KH Samanhudi, merupakan jalan yang baru saja diresmikan sejak Februari 2024 lalu.

Sebelumnya, jalur ini tak dapat dilalui lantaran dipergunakan sebagai jalur landasan pesawat, yakni Bandara Temindung. Namun sejak bandara tersebut tak beroperasi, alias ditutup, warga meminta agar akses jalan kembali di buka.

Saat akses baru yang dibangun oleh Pemprov Kaltim ini dibuka, tak jarang menimbulkan kemacetan. Mengingat jalur ini tak jauh dari simpang empat Merak, termasuk SPBU di Jalan Gatot Subroto.

Untuk mengurai kemacetan ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda memutuskan untuk memasang barrier, tepat di antara SPBU Gatot Subroto dan Jalan KH Samanhudi. Uji coba ini, sudah dilakukan sejak sepekan lalu.

"Jadi kalau dalam kajian kita itu, secara traffic terkendala lebar dimensi, di kaki simpang itu tidak standar, dan yang kedua di sana sering terjadi crowdid," ungkap Hotmarulitua Manalu selaku Kepala Dishub Samarinda pada TribunKaltim, Senin (26/6/2024).

Baca juga: Wujudkan Kota Ramah Pejalan Kaki, Dishub Samarinda Bakal Terapkan Pelican Crossing Tahun Ini

Baca juga: Dishub Samarinda Akan Berlakukan Parkir dengan Pembayaran Non Tunai, Bisa Meningkatkan PAD

Sebab inilah, Dishub Samarinda menerapkan sistem rekayasa lalu lintas. Pengendara dari arah Jalan KH Samanhudi yang ingin menuju Jalan S Parman, diarahkan untuk belok kiri ke Jalan Camar.

Sedangkan, pengendara dari arah Jalan Gatot Subroto yang ingin menuju Jalan KH Samanhudi, diarahkan untuk melewati Jalan Camar, memutar ke Jalan Hasan Basri, dan kemudian baru ke Jalan KH Samanhudi.

Manalu mengakui bahwa sistem rekayasa lalu lintas ini mengharuskan pengendara untuk memutar agak jauh. Bahkan dalam hal ini, pihaknya berencana untuk menambah 50 barrier lagi agar lebih panjang.

Sebab itu ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tertib dan mengikuti pola sirkulasi lalu lintas yang sudah ada. Pengendara tidak diperbolehkan untuk putar balik di barrier yang sudah ada, tetapi harus melewati Jalan Camar.

"Harus diikuti dan jangan mutar di barrier yang ada. Yang bikin macet karena terjadi putaran lalu lintas itu tadi," papar Manalu.

Manalu mengatakan bahwa pihaknya akan memantau efektivitas sistem rekayasa lalu lintas ini selama satu bulan. Jika berhasil, Dishub Samarinda berencana untuk mengubah pola arus lalu lintas dan pola perilaku masyarakat.

"Nanti kita lihat lagi, kira-kira satu bulan. Kita mau ubah pola arus lalu lintas dan pola perilaku, yang penting masyarakatnya mau tertib. ," ungkapnya.

Baca juga: Soal Arahan Presiden Jokowi Terkait Penerapan ART, Begini Penjelasan Dishub Samarinda

Tak sampai di situ saja, tak menutup kemungkinan pihaknya berencana membuat median jalan secara permanen.

"Untuk saat ini koordinasi ke Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memang belum, tapi kita akan uji coba dulu," tutupnya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved